SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Malang terus mendorong penguatan sinergi seluruh pihak dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu langkah yang dinilai penting adalah memperkuat koordinasi antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan satuan pendidikan atau sekolah sebagai penerima manfaat program.
Koordinasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan MBG di lingkungan satuan pendidikan dapat berjalan secara tertib, efektif dan sesuai dengan kebutuhan para siswa. Melalui komunikasi yang baik antara SPPG dengan satuan pendidikan, proses pendistribusian MBG diharapkan dapat berlangsung lebih optimal hingga diterima oleh para penerima manfaat.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Bagus Sulistyawan mengatakan, secara umum pelaksanaan Program MBG di Kabupaten Malang selama ini telah berjalan dengan baik. Program tersebut juga memberikan manfaat bagi sektor pendidikan, khususnya siswa yang menjadi salah satu kelompok penerima manfaat.
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada satu pihak. Dibutuhkan keterlibatan dan koordinasi antara SPPG, satuan pendidikan, serta pihak terkait lainnya agar seluruh tahapan pelaksanaan MBG dapat berjalan dengan baik, aman dan lancar.
“Kami di Dinas Pendidikan atas nama sekolah dan siswa ini kan hanya sebagai penerima manfaat. Kita berharap ke depan ada penguatan koordinasi antara SPPG dengan sekolah,” ungkap Bagus kepada Suaramalang.com, Senin (7/9/2026).
Bagus menjelaskan, penguatan koordinasi antara SPPG dengan satuan pendidikan diharapkan dapat semakin memperlancar pelaksanaan MBG. Satuan pendidikan dapat memiliki informasi yang lebih jelas mengenai jadwal maupun teknis pendistribusian. Sedangkan SPPG juga dapat memperoleh informasi yang diperlukan dari satuan pendidikan.
Dengan koordinasi yang berjalan baik, setiap pihak dapat mempersiapkan kebutuhan pelaksanaan program secara lebih matang. Termasuk memastikan jumlah penerima manfaat, kesiapan satuan pendidikan menerima distribusi makanan, hingga mekanisme pembagian paket MBG kepada para siswa.
Menurut Bagus, komunikasi yang semakin kuat juga menjadi salah satu upaya untuk meminimalisir potensi terjadinya persoalan dalam pelaksanaan program. Sebab, distribusi MBG kepada para siswa membutuhkan kesiapan berbagai pihak agar dapat berlangsung secara tepat waktu dan sesuai sasaran.
Selain penguatan koordinasi, pihaknya juga mendorong percepatan pemerataan penerima manfaat MBG. Hal ini menjadi perhatian karena masih terdapat sejumlah wilayah di Kabupaten Malang yang cakupan penerima manfaatnya belum sepenuhnya terpenuhi.
Pemerataan tersebut diharapkan dapat terus ditingkatkan sehingga semakin banyak siswa di Kabupaten Malang yang memperoleh manfaat dari program strategis pemerintah tersebut. “Harapan kami adanya percepatan pemerataan penerima manfaat di wilayah yang cakupannya rendah. Karena ada beberapa wilayah yang belum dapat,” kata Bagus.
Bagus memandang, pemerataan sebagai bagian penting dari keberlanjutan Program MBG. Dengan semakin luasnya cakupan penerima manfaat, manfaat MBG diharapkan dapat dirasakan lebih banyak siswa, khususnya di wilayah yang saat ini belum mendapatkan layanan secara optimal.
Tidak hanya berkaitan dengan cakupan penerima manfaat, Dispendik Kabupaten Malang juga mendorong penguatan sistem pendataan. Data yang akurat menjadi salah satu dasar penting dalam menentukan kebutuhan penerima manfaat sehingga pelaksanaan Program MBG dapat dilakukan secara lebih terukur.
Karena itu, sinkronisasi data antara satuan pendidikan dan pihak yang menangani penyediaan MBG perlu terus dilakukan. Dengan data yang diperbarui secara berkala, jumlah kebutuhan makanan dapat disesuaikan dengan kondisi penerima manfaat di masing-masing satuan pendidikan.
Selain pendataan, keberadaan kanal pengaduan yang terintegrasi juga dinilai penting. Kanal tersebut dapat menjadi sarana komunikasi apabila terdapat kendala dalam pelaksanaan Program MBG. Sehingga setiap persoalan dapat diketahui dan ditindaklanjuti dengan lebih cepat.
Pihaknya berharap, penguatan koordinasi, pendataan, serta komunikasi antar pihak terkait dapat semakin meningkatkan kualitas pelaksanaan Program MBG di Kabupaten Malang. Satuan pendidikan sebagai penerima manfaat diharapkan dapat terus memberikan dukungan terhadap keberlangsungan program dengan memastikan kesiapan siswa dan lingkungan pendidikan.
Lebih lanjut, Dispendik Kabupaten Malang akan terus mendukung pelaksanaan MBG sesuai dengan peran dan kewenangannya. Pihaknya berharap seluruh unsur yang terlibat dapat menjalankan tugas masing-masing secara optimal sehingga tujuan program untuk memberikan asupan makanan bergizi kepada siswa dapat tercapai.
“Jadi kita hanya sebagai penerima manfaat dan harapannya ada penguatan koordinasi, sehingga masing-masing pihak bisa siap menjalankan Program MBG,” tandas Bagus.
Penguatan sinergi tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga keberlanjutan dan kualitas Program MBG di Kabupaten Malang. Dengan kolaborasi yang semakin baik antara SPPG, satuan pendidikan dan pemangku kepentingan lainnya, Program MBG diharapkan mampu memberikan manfaat yang semakin luas bagi para siswa. Selain itu, diharapkan dapat mendukung terciptanya generasi yang sehat, berkualitas dan siap mengikuti proses pembelajaran.














