Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengalami kebakaran hebat yang menghanguskan area seluas kurang lebih 160 hektare serta merusak vegetasi endemik dan mengganggu habitat satwa liar.
Dampak Kebakaran TNBTS terhadap Vegetasi dan Satwa Liar
Kepala Seksi PTN Wilayah III TNBTS, Agus Kusuma Negara, menjelaskan bahwa kobaran api melahap area Ayek-Ayek dan Pangonan Cilik. Selain itu, petugas menghadapi sejumlah kendala di lapangan karena medan kawasan tersebut cukup terjal dan sulit dijangkau.
Lebih lanjut, Agus menyampaikan bahwa peristiwa ini membakar rumput malelo yang merupakan flora endemik kawasan TNBTS. Tidak hanya itu, berbagai fauna seperti burung puyuh, rusa, hingga macan kumbang kehilangan habitat tempat tinggal mereka.
Sebagai dampaknya, sejumlah satwa liar terpaksa bermigrasi ke hutan yang masih hijau untuk menyelamatkan diri dari kepulan asap pekat. Fenomena ini mengganggu kelangsungan hidup satwa di kawasan konservasi tersebut.
Upaya Pemadaman dan Evakuasi Pendaki oleh Tim Gabungan
Tak lama kemudian, tim gabungan yang terdiri dari petugas TNBTS, BPBD Kabupaten Lumajang, TNI, dan Polri langsung bergerak ke lokasi untuk memadamkan kobaran api agar tidak semakin meluas.
Untuk mempercepat proses pemadaman, tim gabungan mengerahkan helikopter water bombing ke sejumlah titik yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Selain itu, petugas juga melakukan pemadaman secara manual dengan membuat sekat api dan menggunakan peralatan seadanya.
Di sisi lain, petugas juga memprioritaskan keselamatan manusia dengan mengevakuasi wisatawan yang berada di kawasan terdampak. Tercatat sebanyak 170 pendaki dari Ranu Kumbolo berhasil dievakuasi untuk menghindari risiko bahaya akibat kebakaran dan kepulan asap.
















