Kemenkes mengaktifkan 9 HEOC dan mengerahkan tim medis untuk memulihkan layanan kesehatan di 8 wilayah NTT pascagempa.

SUARAMALANG.COM, JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengaktifkan sembilan Health Emergency Operation Center (HEOC) untuk memperkuat koordinasi dan memastikan layanan kesehatan tetap berjalan setelah gempa melanda Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kemenkes menargetkan seluruh rumah sakit daerah (RSUD) yang terdampak dapat kembali menjalankan layanan dasar paling lambat dalam satu minggu. Pemulihan diprioritaskan pada layanan esensial, seperti operasi trauma, layanan ibu dan anak, serta hemodialisis.

Gempa tersebut berdampak pada delapan kabupaten/kota di NTT. Wilayah itu meliputi Sikka, Ende, Manggarai Timur, Nagekeo, Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, dan Flores Timur.

RSUD Nagekeo dan Ruteng Jadi Prioritas Penanganan

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemulihan fungsi rumah sakit menjadi langkah utama untuk mengantisipasi potensi peningkatan jumlah pasien dalam beberapa hari mendatang.

“Selain itu Kemenkes telah mengirimkan dua Tim Manajemen Krisis Kesehatan ke Kabupaten Sikka dan Ende serta dua tim EMT untuk memperkuat pelayanan medis di lokasi terdampak,” kata Budi.

Berdasarkan laporan situasi per 15 Agustus 2026, RSUD Nagekeo dan RSUD Ruteng menjadi dua fasilitas kesehatan yang membutuhkan perhatian lebih. Kemenkes kemudian mengerahkan rumah sakit lapangan dan Emergency Medical Team (EMT) ke kedua wilayah tersebut pada 16 Agustus 2026.

RSUD Nagekeo mengalami kerusakan berat sehingga Kemenkes mengirimkan satu set RS Mobil pada Senin (17/8). Fasilitas tersebut dilengkapi ruang operasi untuk menjaga pelayanan medis dasar dan penanganan kegawatdaruratan selama proses pemulihan.

Baca Juga:  7 Rekomendasi Dokter Gigi di Malang, Pelayanan Nyaman hingga Estetik Modern

Kemenkes Kirim Obat, Alat Kesehatan, dan Tenda

Dukungan logistik kesehatan juga dikirim ke wilayah terdampak. Pada 16 Agustus 2026, Kemenkes mendistribusikan delapan paket obat-obatan dasar dan lima paket emergency kit.

Bantuan tersebut juga mencakup 1.000 sarung tangan steril, 20.000 sarung tangan nonsteril, 20.000 masker bedah, serta 10 oksigen konsentrator.

Kemenkes turut mengirimkan dua tenda pos kesehatan dan menyiagakan delapan tenda tambahan untuk mendukung pelayanan kesehatan di lapangan.

Selain dukungan logistik, dua Tim Manajemen Krisis Kesehatan dan dua EMT dikerahkan untuk memperkuat pelayanan medis. Tim tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga layanan kesehatan tetap tersedia selama fasilitas permanen diperbaiki.

RSUD Borong dan Komodo Disiapkan untuk Rujukan

Kemenkes juga memperkuat sistem rujukan bagi pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. RSUD Borong dan RSUD Komodo disiapkan sebagai rumah sakit rujukan bagi pasien dari Nagekeo.

RSUD Borong sebelumnya masuk dalam Program Quick Win dengan target waktu rujukan dua jam. Sementara RSUD Komodo memiliki target waktu rujukan empat jam.

Skema tersebut disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan pelayanan yang tidak dapat ditangani di fasilitas kesehatan terdampak. Sistem rujukan menjadi bagian penting selama proses pemulihan rumah sakit berlangsung.

Baca Juga:  Cegah Campak di Kota Malang, Dinkes Gencarkan Imunisasi dan Edukasi Warga

Puskesmas Ditargetkan Pulih dalam Dua Minggu

Selain rumah sakit, Kemenkes menargetkan seluruh puskesmas yang mengalami kerusakan dapat kembali beroperasi setidaknya untuk memberikan pelayanan dasar dalam waktu dua minggu.

Layanan yang menjadi perhatian mencakup kesehatan ibu hamil, persalinan, dan imunisasi. Pelayanan tersebut dipertahankan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa pemulihan pascagempa.

“Kemenkes terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan NTT, Dinas Kesehatan kabupaten/kota, BNPB, dan Basarnas, untuk mempercepat pemulihan layanan kesehatan, memastikan ketersediaan tenaga medis, serta memenuhi kebutuhan obat-obatan, alat kesehatan, dan sarana pendukung lainnya di wilayah terdampak,” ujar Budi.

Pemulihan dilakukan secara bertahap dengan menjaga layanan kesehatan dasar tetap berjalan. Pada saat yang sama, pemerintah membangun kembali kapasitas fasilitas kesehatan untuk menghadapi potensi peningkatan kebutuhan pelayanan dalam beberapa hari ke depan.

Iklan
Iklan