SUARAMALANG.COM, Mojokerto – Ledakan mengguncang bangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mojokerto Puri Medali, Kamis (13/8/2026) malam. Peristiwa itu terjadi di Dusun/Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.
Tiga Teknisi Alami Luka Bakar Serius
Informasi yang dihimpun menyebut tiga korban mengalami luka bakar serius. Tingkat luka bakar mereka mencapai 80 persen.
Ketiganya merupakan teknisi yang tengah menangani persoalan gas elpiji di dalam SPPG. Mereka berada di area elpiji depan ruang pemorsian saat ledakan terjadi.
Saat kejadian, sebanyak 13 orang berada di dalam bangunan SPPG. Mereka terdiri atas sembilan pegawai perempuan, satu office boy, dan tiga teknisi gas elpiji.
Seorang satpam SPPG menggambarkan situasi sesaat sebelum ledakan terjadi. “Sebelum ledakan, suara gas bocor dulu, lalu meledak. Meledaknya satu kali. Langsung gelap. Semua orang lari,” ujarnya.
Petugas Fokus Evakuasi dan Pemadaman
Petugas pemadam kebakaran langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan. Sedikitnya dua truk pemadam kebakaran turun untuk menangani kobaran api.
Petugas berhasil memadamkan kebakaran sekitar pukul 22.30 WIB. Tim juga fokus mengevakuasi para korban dari dalam bangunan SPPG.
Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin belum memastikan penyebab ledakan. Ia masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian untuk mengetahui penyebab pasti peristiwa tersebut.
“Mungkin nanti rekan-rekan kepolisian yang akan menyelidiki penyebabnya. Kami hanya fokus ke evakuasi korban dan pemadaman api,” kata Rinaldi.
SPPG Layani 3.700 Porsi MBG
SPPG Mojokerto Puri Medali berada di Dusun/Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Pemilik SPPG tersebut ialah Erista Widya Kristanti, 38, warga Lingkungan Kedungsari, Kelurahan Gunung Gedangan, Magersari, Kota Mojokerto.
SPPG itu memiliki kapasitas produksi sekitar 3.700 porsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) setiap hari. Ledakan kini membuat aspek keselamatan instalasi gas menjadi perhatian setelah lima orang mengalami luka.















