Empat Delegasi UM Lolos Final Nasional KBGI XVII dan Abdidaya Ormawa 2026

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Universitas Negeri Malang (UM) mengirimkan empat delegasi untuk berkompetisi di tingkat nasional dalam Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) XVII dan Abdidaya Ormawa 2026. Keikutsertaan ini membawa inovasi bangunan rangka baja serta program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

Sebagai bentuk dukungan, UM menggelar pelepasan delegasi di Gedung Rektorat lantai 9, Jumat (9/10/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Rektor UM Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., Wakil Rektor I Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd., dan jajaran pimpinan universitas.

AKSARA TOWER Wakili UM di Kompetisi Bangunan Gedung

Dua mahasiswa Departemen Teknik Sipil, Ika Nur Indah Sari dan Donny Wahyu Sunandar, mewakili UM dalam KBGI XVII melalui inovasi bangunan rangka baja bernama AKSARA TOWER.

Karya tersebut lolos seleksi untuk bersaing dengan tim dari sejumlah perguruan tinggi, termasuk Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Sebelas Maret, Universitas Muhammadiyah Malang, dan Universitas Syiah Kuala.

Pembimbing tim KBGI UM, Muhammad Sulton, S.T., M.T., berharap tim dapat mempertahankan prestasi setelah UM meraih juara pertama pada penyelenggaraan tahun sebelumnya.

Baca Juga:  Sebanyak 6 Fakultas UB Masuk Penilaian WBK, Rektor Ingatkan Budaya Integritas 

“Tahun kemarin UM mendapatkan juara 1, semoga di tahun 2026 ini UM bisa mempertahankan posisinya,” ujar Sulton.

Ia menjelaskan, tim telah menguji ketahanan struktur AKSARA TOWER menggunakan meja getar. Mereka juga mengembangkan animasi tiga dimensi untuk mendukung persiapan kompetisi. Dalam pelaksanaannya, tim membagi pekerjaan ke dalam tiga divisi, yakni struktur, arsitektur, serta keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Dua Delegasi Bawa Program Pemberdayaan Masyarakat

Selain KBGI XVII, UM mengirimkan dua delegasi melalui Abdidaya Ormawa 2026. Dewan Mahasiswa Fakultas Sastra (DMFS) membawa program GARUDA KIDAL, yang berfokus pada penguatan ekosistem pengrajin batik melalui pendekatan Asset-Based Community Development untuk membangun desa wirausaha.

Sementara itu, Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Teknik (DMFT) mengusung program SICCON, yakni revitalisasi Desa Wisata Sumberbrantas berbasis Integrated Community Capacitation. Program ini diarahkan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan dan tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs-11.

Baca Juga:  Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Cari Solusi untuk 2.025 GTT yang Belum Masuk Dapodik

Keikutsertaan kedua delegasi tersebut membawa pendekatan pemberdayaan berbasis potensi lokal ke ajang nasional. UM berharap program yang dikembangkan mahasiswa dapat memberi manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat kapasitas organisasi kemahasiswaan.

Melalui empat delegasi tersebut, UM mendorong pengembangan kompetensi mahasiswa di bidang teknologi bangunan dan pemberdayaan masyarakat. Partisipasi ini juga sejalan dengan SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 9 mengenai industri, inovasi, dan infrastruktur, serta SDG 11 tentang kota dan permukiman berkelanjutan.