Tol Malang-Kepanjen Rp10,04 Triliun Disiapkan untuk Investor, Trase Dikaji Ulang

SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Rencana pembangunan Tol Malang-Kepanjen sepanjang sekitar 30 kilometer yang sempat tertunda beberapa tahun mulai kembali menunjukkan perkembangan.

Proyek dengan estimasi nilai investasi mencapai Rp10,04 triliun tersebut kini memasuki tahapan persiapan Feasibility Study (FS) terbaru sebagai bagian dari upaya agar pembangunan tol dapat segera ditawarkan kepada calon investor.

Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Malang, Chairul Isnadi Kusuma, dipercaya Kementerian PUPR untuk menyiapkan kajian tersebut. Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam penyusunan FS terbaru adalah kemungkinan perubahan trase Tol Malang-Kepanjen.

Trase Tol Malang-Kepanjen Berpotensi Bergeser ke Bululawang

Trase yang sebelumnya telah dikaji pada 2022 disebut berpotensi mengalami perubahan. Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah menggeser lintasan tol ke arah Kecamatan Bululawang.

Sebelumnya, trase Tol Malang-Kepanjen direncanakan melewati Desa Karangduren, Kecamatan Pakisaji. Namun, trase tersebut kembali dikaji karena terdapat kawasan permukiman yang cukup padat serta sejumlah bangunan pabrik yang berpotensi meningkatkan biaya pembebasan lahan.

Oong, sapaan Chairul Isnadi Kusuma, mengatakan draf FS terbaru telah disiapkan. Namun, kajian tersebut masih akan dibahas bersama tim Kementerian PUPR melalui survei lapangan.

“Sudah kami siapkan semua (draf FS-nya). Namun, kami juga menunggu tim Kementerian PUPR datang ke sini pada Desember 2027 nanti, sehingga nanti bisa dilakukan survey bersama,” tutur Oong Rabu (2/9/2026).

Dalam opsi trase yang tengah dikaji, jalur tol kemungkinan diarahkan dari titik akhir tol yang berada di Kelurahan Madyopuro, Kota Malang, menuju ke arah timur Pabrik Gula (PG) Krebet di Kecamatan Bululawang, kemudian diteruskan ke arah selatan menuju Kecamatan Kepanjen.

Baca Juga:  PJT I Berlakukan Penutupan Akses Kendaraan Roda Empat di Bendungan Lahor

Oong belum membeberkan secara rinci jalur yang akan digunakan. Menurut dia, perubahan informasi mengenai trase perlu disikapi hati-hati untuk mencegah munculnya spekulasi harga tanah maupun aksi pembelian lahan oleh pihak-pihak yang berharap mendapatkan keuntungan dari proyek tol.

“Mungkin, bisa berubah namun itu tergantung Kementerian PUPR, tol itu akan dilewatkan mana, desa apa. Yang penting, draf FS-nya sudah ada,” ungkapnya.

Tol Malang-Kepanjen Diharapkan Dongkrak Ekonomi Malang Selatan

Menurut Oong, pembahasan Tol Malang-Kepanjen tidak semata-mata berkaitan dengan penetapan trase. Infrastruktur tersebut diharapkan memberikan efek berganda terhadap perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah Malang Selatan.

Karena itu, keberadaan tol nantinya diharapkan terkoneksi dengan jaringan jalan menuju kawasan wisata di Malang Selatan, termasuk destinasi pantai yang berada di sepanjang Jalur Lintas Selatan (JLS).

Sejumlah destinasi yang disebut antara lain Pantai Sendangbiru, Balekambang, Kondang Merak, Banyu Meneng, Pantai Modangan yang dikenal sebagai lokasi olahraga paralayang, serta Pantai Ngliyep.

“Ini bukan sekadar membangun jalan namun sekaligus punya nilai buat mendongkrak ekonomi,” kata Oong.

Ia menilai akses tol yang terhubung dengan kawasan wisata berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di sepanjang wilayah Malang Selatan.

“Bahkan, nantinya, jika sudah ada tol, 37 pantai itu akan jadi destinasi yang diminati wisatawan, sehingga pusat keramaian bisa bergeser dari kota ke bibir pantai,” tuturnya.

DPRD Kabupaten Malang Dukung Realisasi Tol Malang-Kepanjen

Anggota DPRD Kabupaten Malang, M Ukasyah Ali Murtadho, turut memberikan apresiasi terhadap upaya Dinas Bina Marga Kabupaten Malang dalam mendorong realisasi proyek Tol Malang-Kepanjen.

Menurutnya, pembangunan tol tersebut tidak hanya berkaitan dengan legacy Bupati Malang Muhammad Sanusi, tetapi juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi kawasan Malang Selatan.

Baca Juga:  Sekda Kabupaten Malang Sosialisasikan Opsen PKB dan BBNKB kepada Pemerintah Desa

Terlebih, saat ini telah tersedia jalan penghubung sepanjang sekitar 31 kilometer dari Kecamatan Gondanglegi hingga Desa Srigonco, Kecamatan Bantur.

Jalan tersebut disebut memiliki lebar sekitar 13 meter dan terhubung dengan kawasan JLS di sekitar Pantai Balekambang.

“Malang selatan nanti pasti akan jadi kota di bibir pantai,” tutur Ukasyah.

Ia menilai pembangunan Tol Malang-Kepanjen akan semakin mempercepat perkembangan ekonomi di kawasan tersebut. Menurutnya, sejumlah vila juga mulai bermunculan di wilayah Malang Selatan.

“Bahkan, saat ini sudah banyak vila sehingga begitu tol nanti selesai dikerjakan tahun 2029 nanti, ekonomi rakyat langsung melejit,” tutur anggota dewan dari Partai Gerindra tersebut.

Selain mendukung konektivitas wisata, Ukasyah menyebut keberadaan Tol Malang-Kepanjen nantinya dapat memperkuat akses menuju sejumlah proyek nasional yang digagas pemerintah.

Di antaranya SMA Taruna Nusantara dan Sekolah Rakyat di Kecamatan Bantur, serta Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Pantai Sipelot, Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, yang disebut memiliki nilai pembangunan sekitar Rp22 miliar.

Iklan
Iklan