UB Juara 1, MAN 2 Kota Malang Juara 3 di ISFO 2026

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Dua wakil Malang Raya mencatat prestasi nasional dalam Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2026 yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Universitas Brawijaya (UB) meraih Juara 1 kategori mahasiswa, sedangkan MAN 2 Kota Malang menempati Juara 3 kategori pelajar dalam kompetisi Cerdas Cermat Keuangan Syariah (CCKS).

Grand final kompetisi berlangsung di Aula Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta, Kamis (24/9/2026). Ajang tersebut diikuti 11.952 peserta yang tergabung dalam 4.030 tim dari berbagai daerah di Indonesia.

UB dan MAN 2 Kota Malang Tampil di Dua Kategori

Tim UB yang terdiri atas Aida Aulia Rahmah, Iskazkro Rohmat Chaska, dan Dea Alifiah Ihsani berhasil menjadi juara pertama kategori mahasiswa. Mereka mengungguli tim PKN STAN yang menempati posisi kedua dan ketiga, serta Universitas Padjadjaran di posisi keempat.

Sementara itu, MAN 2 Kota Malang menempati posisi ketiga kategori pelajar. Tim yang beranggotakan Abisatya Nararya, Essenza Qurani Permata Qolbi, dan Wanda Revamoza Abrilliant bersaing dengan sejumlah madrasah dari berbagai daerah.

Juara pertama kategori pelajar diraih MAN Insan Cendekia Kota Batam, disusul MAN Insan Cendekia Serpong di posisi kedua. MAN Insan Cendekia Batam menempati posisi keempat.

Capaian tersebut menambah catatan prestasi pendidikan Malang di tingkat nasional, khususnya dalam bidang literasi keuangan syariah. Dua tim asal Kota Malang mampu menembus posisi teratas dalam kompetisi yang mempertemukan peserta dari berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga:  Wali Kota Malang dan DPRD Membantah Isu Program MBG Dihentikan

Diikuti Hampir 12 Ribu Peserta

ISFO 2026 mengusung tema “Learn, Innovate, Elevate”. Jumlah pesertanya mencapai 11.952 orang dalam 4.030 tim, meningkat sekitar 12 persen dari sisi peserta dan 15 persen dari sisi jumlah tim dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, mengatakan kompetisi tersebut dirancang untuk memperkuat pengetahuan dan pemahaman generasi muda mengenai keuangan syariah.

“Melalui lomba cerdas cermat keuangan syariah, para peserta mengasah pengetahuan dan pemahaman mereka. Melalui kompetisi Wirausaha Muda Syariah, pemahaman tersebut diterapkan menjadi gagasan, inovasi, dan kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Dicky.

Selain CCKS, ISFO 2026 juga menghadirkan kategori Wirausaha Muda Syariah (WMS). OJK mendorong peserta tidak hanya memahami produk dan layanan keuangan, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan tersebut melalui gagasan dan kegiatan ekonomi produktif.

Literasi Keuangan Syariah Jadi Fokus

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu’ti menyebut generasi muda Muslim yang terdidik, kreatif, dan produktif menjadi modal penting bagi perkembangan ekonomi syariah Indonesia. Ia mendorong generasi muda terus belajar, berkreasi, dan mengembangkan kemampuan untuk menciptakan nilai tambah.

Baca Juga:  Universitas Brawijaya Bangun Kemitraan Akademik dengan Massey University New Zealand

Sementara Menteri Koperasi sekaligus Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Ferry Juliantono menilai peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah perlu diikuti dengan penguatan akses pembiayaan serta wadah ekonomi bagi generasi muda.

Puncak ISFO 2026 juga ditandai penandatanganan Nota Kesepahaman antara OJK dan Kemendikdasmen serta peluncuran Bahan Ajar Literasi Finansial Fase E dan F. Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat pendidikan literasi finansial di lingkungan sekolah, termasuk pemahaman mengenai keuangan syariah.

Secara lebih luas, literasi tersebut berkaitan dengan pemahaman masyarakat mengenai keuangan syariah, termasuk prinsip, produk, serta pengambilan keputusan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan.