SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Universitas Negeri Malang (UM) melantik sejumlah pejabat baru untuk memperkuat tata kelola kelembagaan, mutu akademik, dan layanan pendidikan di lingkungan kampus. Pelantikan berlangsung di Aula Graha Rektorat Lantai 9 UM, Selasa (19/5/2026), dan dihadiri jajaran pimpinan universitas.
Dalam pelantikan tersebut, UM menunjuk Prof. Ani Wilujeng Suryani, Ph.D., CA sebagai Kepala Badan Penjaminan Mutu (BPM). Selain itu, universitas juga melantik Taufik Ikhsan Slamet, S.Pd., M.Pd., Ph.D. sebagai Kepala Subdirektorat Layanan Pendidikan.
UM Perkuat Tata Kelola Pendidikan Tinggi
UM menjadikan pelantikan pejabat baru sebagai bagian dari strategi penguatan sistem manajemen perguruan tinggi. Langkah ini sekaligus menjadi respons atas tuntutan transformasi pendidikan tinggi yang terus berkembang.
Karena itu, UM terus memperkuat koordinasi antarbidang agar pengelolaan organisasi berjalan lebih efektif, cepat, dan adaptif. Selain itu, universitas juga ingin mempercepat pengambilan keputusan di tingkat kelembagaan.
Fokus pada Mutu Akademik dan Layanan Pendidikan
Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., menegaskan capaian universitas saat ini membutuhkan pola kerja yang cepat, cerdas, dan terukur. Menurutnya, pimpinan di tingkat fakultas maupun program studi memegang peran penting dalam menjaga kualitas institusi.
“Pimpinan di setiap lini harus mampu mengoordinasikan bawahannya dengan baik,” ujar Prof. Hariyono.
Ia meminta setiap pimpinan memahami sekaligus menerjemahkan kebijakan universitas secara tepat. Dengan begitu, arah pengembangan institusi dapat berjalan lebih selaras dan terukur.
Selain itu, Prof. Hariyono menilai kepemimpinan yang responsif akan membantu universitas menghadapi dinamika dunia pendidikan tinggi. Oleh sebab itu, ia mendorong seluruh pejabat baru bekerja lebih kolaboratif dan inovatif.
Rektor UM Dorong Komunikasi Lintas Bidang
Dalam sambutannya, Prof. Hariyono juga menekankan pentingnya komunikasi lintas bidang di lingkungan kampus. Menurutnya, sinergi antarpimpinan menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas organisasi.
Budaya Kerja Terbuka Harus Diperkuat
Prof. Hariyono meminta pejabat baru membangun komunikasi yang terbuka dan kolaboratif. Di sisi lain, ia juga mendorong pimpinan memiliki inisiatif dalam memperkuat kerja kolektif di lingkungan universitas.
“Jangan tertutup, tetapi memiliki inisiatif membangun kerja kolektif,” katanya.
Menurutnya, komunikasi yang baik mampu meminimalkan munculnya persepsi negatif di lingkungan kerja. Karena itu, UM terus memperkuat budaya profesional, terbuka, dan saling mendukung di seluruh lini organisasi.
Selain komunikasi, Prof. Hariyono juga mengingatkan pentingnya integritas dalam menjalankan tugas kelembagaan. Sebab, komitmen terhadap moralitas profesi menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas perguruan tinggi.
UM Targetkan Sistem Pendidikan Lebih Responsif
Melalui pelantikan pejabat baru, UM ingin memperkuat sistem penjaminan mutu dan layanan pendidikan secara berkelanjutan. Dengan langkah tersebut, universitas berharap mampu meningkatkan daya saing institusi di tingkat nasional maupun internasional.
UM juga berharap kepemimpinan baru dapat mempercepat koordinasi kelembagaan sekaligus membuat sistem pendidikan lebih adaptif terhadap perubahan dunia pendidikan tinggi.
Selain itu, universitas menempatkan peningkatan kualitas layanan akademik sebagai salah satu fokus utama pengembangan institusi. Karena itu, penguatan tata kelola terus menjadi prioritas dalam pengembangan kampus.
Di tengah perkembangan global, perguruan tinggi dituntut bergerak lebih dinamis untuk menjaga kualitas pendidikan. Oleh sebab itu, UM ingin memastikan seluruh unit kerja mampu memberikan layanan yang profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Mari kita laksanakan pekerjaan dengan sungguh-sungguh,” pesan Prof. Hariyono.
Melalui pelantikan ini, Universitas Negeri Malang menargetkan terciptanya lingkungan akademik yang lebih solid, profesional, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan tinggi di masa mendatang.


















