Berita  

Kejurprov Piala Gubernur 2026 Jadi Ujian Ambisi Taekwondo Jatim Mengejar Standar Internasional

SUARAMALANG.COM, Jawa Timur – Kejuaraan Provinsi Taekwondo Piala Gubernur Jawa Timur Antar Pelajar 2026 tidak hanya menjadi arena perebutan medali. Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Jawa Timur menjadikan kompetisi ini sebagai bagian dari agenda memperkuat kualitas pembinaan atlet.

Targetnya cukup besar, yakni membawa sistem pembinaan taekwondo Jawa Timur lebih dekat dengan standar internasional. Untuk mengejarnya, Pengprov TI Jatim mulai memperluas akses pelatihan dan pengalaman ke luar negeri.

Kejurprov Bukan Sekadar Arena Perebutan Medali

Ketua Umum Pengprov TI Jatim, Mayor Jenderal TNI (P) Yusman Madayun, S.I.P., menilai prestasi tidak muncul secara instan. Atlet membutuhkan pembinaan berkelanjutan dengan arah program yang jelas dan terukur.

Karena itu, Kejurprov Piala Gubernur Jatim 2026 menjadi salah satu ruang untuk mengukur perkembangan kemampuan atlet. Kompetisi juga memberi kesempatan bagi pelatih mengevaluasi hasil pembinaan yang mereka jalankan.

“Ini untuk mewujudkan ekosistem taekwondo yang semakin kuat, profesional, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Yusman, Sabtu (29/8/2026).

Baca Juga:  5 Alasan Kenapa Alas Roban Dikenal Angker, dari Sejarah Kelam hingga Efek Psikologis

Yusman meminta para atlet memanfaatkan kejuaraan sebagai ruang pembuktian kemampuan. Ia juga mendorong pelatih terus meningkatkan kualitas pembinaan di daerah masing-masing.

Pengprov TI Jatim Buka Jalur Pembinaan ke Korea Selatan

Pengprov TI Jatim kini mengandalkan sejumlah program untuk mengejar peningkatan kualitas tersebut. Salah satunya melalui penggunaan pelatih asal Korea Selatan dalam sistem pembinaan atlet.

Pelatih asing itu diharapkan membawa metode latihan dengan standar kompetisi internasional. Pengprov TI Jatim membidik peningkatan teknik, fisik, mental bertanding, dan disiplin atlet.

Selain itu, Pengprov TI Jatim menjalin kemitraan dengan Gwangju University di Korea Selatan. Kerja sama tersebut membuka peluang pertukaran pengetahuan dan pengalaman pembinaan secara berkelanjutan.

“Kita juga menjalin kemitraan strategis dengan Gwangju University untuk membuka akses pengembangan internasional secara berkelanjutan,” jelas Yusman.

Pengprov juga mendorong program pelatihan langsung di lingkungan taekwondo berstandar global. Program tersebut diharapkan memperkuat mental bertanding sekaligus menambah pengalaman atlet dan pelatih.

Baca Juga:  Pemkot Malang Perkuat Transformasi Digital untuk Optimalkan Pendapatan Daerah

Di sisi lain, Pengprov TI Jatim menjalankan Puslatda Mandiri untuk menjaga kesinambungan pembinaan. Yusman menegaskan organisasi ingin membangun sistem jangka panjang, bukan persiapan singkat menjelang kejuaraan.

“Kami juga melakukan Puslatda secara mandiri sebagai bentuk keseriusan organisasi dalam membangun sistem pembinaan yang terukur, disiplin, dan berorientasi jangka panjang,” tegasnya.

Iklan
Iklan