Berita  

Petugas Dispendukcapil Surabaya Viral Dapat Bintang 1, Pemkot Siapkan Sanksi

Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) menyelidiki kasus petugas front office yang dinilai tidak ramah oleh warga hingga viral di media sosial, dan memastikan sanksi tegas menanti jika terbukti melanggar.

Langkah Tegas dan Evaluasi dari Dispendukcapil Surabaya

Kepala Dispendukcapil Surabaya Irvan Wahyudradjad menyatakan bahwa pihak instansi berkomitmen memberikan sanksi apabila tuduhan pelayanan kurang ramah tersebut terbukti benar.

Selain menyiapkan sanksi, pihak Dispendukcapil terus menggalakkan pembinaan intensif kepada seluruh staf front office agar aspek hospitality serta komunikasi publik semakin meningkat dan memuaskan warga.

Irvan juga memastikan bahwa evaluasi menyeluruh menyasar semua staf front office, sementara timnya berupaya menghubungi pemilik akun yang mengunggah keluhan guna melakukan investigasi mendalam.

Apresiasi Pengaduan Warga dan Upaya Klarifikasi

Pihak Dispendukcapil menyampaikan apresiasi kepada warga atas laporan yang disampaikan melalui media sosial, sebab kritik tersebut membantu meningkatkan kualitas pelayanan di masa mendatang.

Tim Dispendukcapil sedang berupaya mengklarifikasi permasalahan langsung kepada pemohon, bahkan siap mendatangi rumah pemohon melalui metode jemput bola setelah kontak berhasil dihubungi.

Kronologi Unggahan Viral Terkait Layanan Dispendukcapil

Sebelumnya, layanan front office Dispendukcapil Pemkot Surabaya menjadi perbincangan hangat setelah akun Threads @aaykst17 membagikan pengalaman kurang menyenangkan saat mengurus administrasi.

Baca Juga:  Libur Iduladha, Arus Kendaraan ke Malang Tembus 104 Ribu via Tol Pandaan-Malang

Pemilik akun tersebut menceritakan perjuangannya mengurus KTP orang tua yang sudah lanjut usia, namun harus menghadapi antrean panjang dan penolakan tanpa alasan jelas dari petugas bernama Navi di loket 3C counter 6.

Warga tersebut menuliskan keluhannya melalui media sosial:

“Mba tolong, ada permasalahan kah di rumah ? Sehingga di bawa beban nya di kerjaan.. Jenengan ini pelayanan publik seluruh warga surabaya, tolong attitude nya di jaga. Loket 3C counter 6 sy sudah bolak-balik ke dispenduk capil dan mengantri cukup lama, tapi langsung ditolak,” demikian keterangan unggahan tersebut.

“Setidaknya dijelaskan dulu dasar tidak dilayani karena apa, bukan langsung disuruh balik ke kelurahan putat jaya. Sudah ke kelurahan malah disuruh daftar lewat KNG mandiri kan seharusnya MBA.NAVI bisa jelaskan kalau bisa daftar,” imbuhnya.

Unggahan itu juga memuat foto petugas front office berambut diikat, berkacamata, dan mengenakan kemeja corak warna-warni yang sedang melayani seorang pria.

Baca Juga:  Antisipasi Macet Libur Nataru, Polresta Malang Siapkan Rekayasa di Jalur Kuliner

Dampak Layanan dan Banyaknya Rating Bintang 1

Pengunggah menyatakan bahwa proses pengurusan administrasi tersebut menguras banyak waktu, tenaga, dan kesabaran karena ia harus bolak-balik ke Surabaya untuk membantu orang tuanya.

Akibat pelayanan yang dinilai tidak memuaskan tersebut, pengunggah memberikan ulasan dengan rating 1, yang ternyata juga diikuti oleh banyak warga lain dengan keluhan serupa.

“Tolong lain kali di perbaiki sikap nya senyum,salam,sapa. Jenengan ini perlu evaluasi langsung dari kantor pusat, karena saya lihat di ulasan penilaian banyak sekali orang memberi bintang 1 karena pelayanan tidak baik MBA.NAVI,” tambahnya.

Iklan
Iklan