Arema FC dan Bupati Malang Perkuat Pembahasan Pengelolaan Stadion Kanjuruhan

SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Arema FC kembali meninjau kawasan Stadion Kanjuruhan bersama Bupati Malang H.M. Sanusi pada Sabtu (19/9/2026). Peninjauan tersebut menjadi bagian dari pembahasan yang semakin detail terkait rencana pengelolaan stadion dan pengembangan kawasan oleh klub.

CEO Arema FC Iwan Budianto, General Manager Yusrinal Fitriandi, serta CMOC sekaligus Ketua Panpel Arema FC Bram Hady Sulton ikut dalam agenda tersebut. Rombongan bersama Bupati Malang melihat langsung sejumlah fasilitas, mulai dari stadion utama, sarana olahraga, area komersial hingga Monumen dan Museum Tragedi Kanjuruhan di kawasan Gate 13.

Arema FC Siapkan Konsep Kawasan Olahraga Terpadu

Sejumlah fasilitas olahraga yang ditinjau meliputi lintasan atletik, GOR, lapangan voli, lapangan bulu tangkis, dinding panjat tebing, arena skateboard, serta kolam renang indoor dan outdoor. Berbagai fasilitas itu menjadi bagian dari potensi kawasan yang dapat dikembangkan apabila klub memperoleh hak pengelolaan.

General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi mengatakan peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi kawasan sekaligus memperdalam konsep pengelolaan yang disiapkan klub.

“Yang pasti hari ini kami melihat langsung kawasan Stadion Kanjuruhan bersama Pak Bupati. Pembahasannya juga semakin detail, karena kami ingin memastikan konsep pengelolaan yang disiapkan Arema FC bisa berjalan dengan baik,” ujar Yusrinal.

Konsep yang disiapkan tidak hanya berfokus pada pertandingan sepak bola. Arema FC juga menggagas pemanfaatan kawasan untuk kegiatan olahraga, event, sport tourism, pembinaan atlet, aktivitas masyarakat, hingga kegiatan ekonomi yang dapat berjalan sepanjang tahun.

Baca Juga:  Kemplang Pajak, Pemerintahan Desa Sumbermanjing Wetan Diberi Batas Waktu 2 Bulan untuk Melunasi

Aktivitas komersial yang selama ini muncul di sekitar kawasan, seperti pasar malam, pasar minggu, pusat kuliner, minuman, dan penjualan suvenir, juga menjadi bagian dari potensi yang dapat dikembangkan.

Gagasan Sport Science hingga Pembinaan Talenta Muda

Selain pengembangan kawasan, Arema FC menyiapkan konsep sport science untuk mendukung peningkatan performa atlet. Gagasan tersebut mencakup laboratorium tes fisik, analisis biomekanika, gym performa, serta fasilitas pemulihan seperti ice bath, sauna, dan hidroterapi.

Fasilitas tersebut nantinya dapat diarahkan tidak hanya untuk tim utama, tetapi juga akademi dan atlet dari luar klub. Layanan pengukuran kondisi fisik, rehabilitasi cedera olahraga, konsultasi nutrisi, hingga pemantauan perkembangan performa menjadi bagian dari konsep yang disiapkan.

Arema FC juga membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk riset manajemen olahraga, fisiologi, psikologi atlet, analisis data pertandingan, dan bidang olahraga lainnya.

Untuk pengembangan pemain muda, klub menggagas Youth Training Camp, coaching clinic, serta bootcamp sepak bola yang dapat diikuti talenta dari berbagai daerah. Konsep tersebut diarahkan agar kawasan Kanjuruhan dapat menjadi pusat pembinaan olahraga secara berkelanjutan.

Konsep Legacy Safety Tetap Perhatikan Sejarah Kanjuruhan

Dalam rencana pengembangan kawasan, Arema FC juga mengusung konsep legacy safety. Pendekatan tersebut menempatkan keselamatan dan kenyamanan sebagai bagian penting dalam penataan kawasan, termasuk konektivitas fasilitas, ruang publik, aktivitas komersial, dan sarana olahraga.

Baca Juga:  Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan Baru, Wabup Malang: Semoga Ekonomi Indonesia Lebih Baik

Pengembangan kawasan juga diarahkan tetap mempertimbangkan nilai sejarah dan kemanusiaan yang melekat pada Stadion Kanjuruhan, termasuk keberadaan Monumen dan Museum Tragedi Kanjuruhan.

Iwan Budianto sebelumnya menyebut rencana pengelolaan Kanjuruhan melibatkan pembahasan lintas kementerian, yakni Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian UMKM.

Jika hak pengelolaan diberikan kepada Arema FC, klub menyatakan telah menyiapkan rencana bisnis untuk menjaga fasilitas sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan kawasan di luar pertandingan. Namun, seluruh konsep tersebut masih bergantung pada terealisasinya hak pengelolaan Stadion Kanjuruhan.

Yusrinal menegaskan pengelolaan nantinya diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi klub, tetapi juga masyarakat Kabupaten Malang.

“Harapannya tentu stadion ini bisa menjadi fasilitas yang terus terawat, memiliki aktivitas yang berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Malang,” imbuhnya.