SUARAMALANG.COM – Cara Generasi Z menghabiskan waktu luang mulai berubah. Gym, lari, padel, hingga pilates semakin menjadi pilihan untuk berolahraga sekaligus bersosialisasi, di tengah menguatnya perhatian anak muda terhadap kesehatan dan kebugaran.
Perubahan tersebut ikut memengaruhi cara sebagian anak muda memandang aktivitas hiburan. Jika nongkrong di bar atau mengonsumsi alkohol dulu kerap menjadi bagian dari kehidupan sosial di sejumlah kelompok, kini aktivitas olahraga dan komunitas wellness menawarkan alternatif untuk bertemu teman tanpa harus melibatkan minuman beralkohol.
Fenomena ini terlihat di Indonesia. Analisis Katadata pada 2026 mencatat pergeseran minat anak muda dari hiburan malam menuju aktivitas seperti gym, lari, pilates, dan padel, yang sekaligus membuka ruang baru bagi bisnis kebugaran dan olahraga.
Olahraga Tak Lagi Sekadar Soal Kebugaran
Bagi sebagian Gen Z, olahraga tidak berhenti pada urusan membakar kalori atau membentuk tubuh. Aktivitas seperti padel, lari, dan gym juga menjadi ruang untuk bertemu orang lain, membangun komunitas, serta menghabiskan waktu bersama teman.
Perubahan tersebut membuat olahraga semakin dekat dengan konsep wellness, yakni gaya hidup yang memperhatikan kesehatan secara lebih luas. Pola tidur, makanan, aktivitas fisik, kesehatan mental, hingga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan sehari-hari menjadi bagian dari perhatian tersebut.
Padel menjadi salah satu contoh yang menarik. Olahraga ini menggabungkan aktivitas fisik dengan interaksi sosial sehingga mudah berkembang sebagai aktivitas rekreasi sekaligus bagian dari gaya hidup anak muda.
Dari Nongkrong di Bar ke Komunitas Olahraga
Pergeseran aktivitas sosial tersebut terlihat dalam sejumlah laporan media Indonesia. Tirto, misalnya, menemukan lapangan padel yang mereka pantau di Jakarta terisi secara bergantian pada jam sore hingga malam, sementara gym juga ramai dikunjungi anak muda setelah jam kerja.
Perubahan ini tidak berarti seluruh Gen Z meninggalkan tempat hiburan malam atau alkohol. Preferensi anak muda sangat beragam dan dipengaruhi oleh lingkungan sosial, kondisi ekonomi, budaya, serta pilihan pribadi.
Namun, munculnya aktivitas olahraga sebagai ruang pergaulan menunjukkan bahwa definisi nongkrong ikut berkembang. Bertemu teman kini bisa berarti mengikuti kelas pilates, bermain padel, berlari bersama komunitas, atau menghabiskan waktu di pusat kebugaran.
Gen Z Mulai Mengurangi Konsumsi Alkohol
Perubahan gaya hidup juga berjalan beriringan dengan kecenderungan sebagian konsumen muda untuk mengurangi konsumsi alkohol. Data yang dihimpun Pennsylvania State University dari berbagai sumber pasar menunjukkan 65 persen responden Gen Z yang disurvei menyatakan sedang mencoba mengurangi konsumsi alkohol pada 2025.
Alasannya tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik. Faktor seperti kesehatan mental, perubahan gaya hidup, dan keinginan menghemat pengeluaran juga muncul sebagai alasan konsumen mengurangi alkohol.
Data IWSR juga menunjukkan konsumsi minuman beralkohol menghadapi tekanan secara global. Volume konsumsi di 15 pasar utama turun 3 persen pada 2025, sementara kategori minuman tanpa alkohol justru menjadi salah satu pengecualian dari tren penurunan tersebut.
Nilai Pasar Perusahaan Miras Ikut Tertekan
Perubahan perilaku konsumen kemudian ikut menjadi perhatian investor. Berdasarkan data Bloomberg yang dikutip sejumlah laporan, indeks yang melacak sekitar 50 produsen bir, wine, dan minuman beralkohol besar telah kehilangan sekitar US$830 miliar nilai kapitalisasi pasar dalam empat tahun.
Angka tersebut penting dibaca secara tepat. US$830 miliar bukan berarti perusahaan-perusahaan tersebut kehilangan pendapatan atau uang tunai sebesar itu, melainkan menggambarkan penurunan nilai pasar saham perusahaan yang masuk dalam indeks tersebut.
Perubahan pola konsumsi menjadi salah satu faktor yang ikut diperhatikan industri. Pelaku usaha minuman kemudian menghadirkan lebih banyak pilihan rendah alkohol dan tanpa alkohol untuk menjangkau konsumen yang ingin tetap menikmati pengalaman sosial tanpa mengonsumsi alkohol dalam jumlah yang sama.
Wellness Mengubah Cara Anak Muda Bersosialisasi
Yang menarik dari tren ini bukan semata-mata soal apakah Gen Z minum alkohol atau tidak. Perubahan yang lebih luas terlihat dari cara generasi muda menentukan aktivitas sosial dan mengalokasikan waktu serta pengeluaran mereka.
Olahraga menawarkan kombinasi yang sulit didapat dari aktivitas hiburan biasa: tubuh tetap aktif, kesempatan bertemu orang lain tetap terbuka, dan komunitas dapat terbentuk dari minat yang sama. Karena itu, gym, lari, padel, dan pilates berkembang bukan hanya sebagai aktivitas olahraga, tetapi juga sebagai bagian dari budaya sosial baru.
Bagi industri, perubahan tersebut menciptakan peluang sekaligus tantangan. Bisnis kebugaran, olahraga, makanan sehat, hingga minuman tanpa alkohol mendapatkan ruang untuk tumbuh ketika konsumen mulai mencari pengalaman yang sejalan dengan perhatian mereka terhadap kesehatan.
Tren wellness juga menunjukkan bahwa gaya hidup sehat tidak selalu berarti menghilangkan aktivitas bersenang-senang. Bagi sebagian anak muda, bentuk kesenangan itu justru berubah: dari menghabiskan malam di bar menjadi berolahraga, bertemu komunitas, dan menjalani aktivitas yang terasa lebih sesuai dengan tujuan hidup mereka.














