Cek Gula Darah hingga Edukasi Mental, Dinkes Sasar Mahasiswa ITN Malang

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) menjadi lokasi kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar bersama Dinas Kesehatan Kota Malang, Rabu (30/9/2026). Kegiatan tersebut menyasar mahasiswa sekaligus tenaga pendidik dan kependidikan di lingkungan kampus.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa ITN Malang didorong menjadi penggerak kebiasaan hidup sehat, baik secara fisik maupun mental. Kampanye PHBS tersebut menjadi bagian dari edukasi kesehatan Dinkes Kota Malang di lingkungan perguruan tinggi.

Mahasiswa Didorong Jadi Penggerak Hidup Sehat

Wakil Rektor 3 ITN Malang Dr. Hardianto mengapresiasi kegiatan yang berlangsung di Aula Kampus 1 ITN Malang tersebut. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan gratis penting bagi mahasiswa karena populasi mahasiswa terus berganti setiap tahun.

“Kami mewakili Rektor mengucapkan terima kasih. Pemeriksaan kesehatan gratis ini sangat bermanfaat, terutama bagi mahasiswa baru maupun lama yang terus berganti setiap tahun. Kami sangat terbuka jika ada kegiatan-kegiatan berkesinambungan dari Dinkes Kota Malang di masa mendatang,” tutur Hardianto.

Koordinator kegiatan ITN Malang Ida Soewarni mengatakan mahasiswa perlu terlibat aktif agar kebiasaan sehat dapat menyebar ke lingkungan terdekat. Ia menyebut pelaksanaan kegiatan bahkan melampaui target peserta.

Baca Juga:  Campak Muncul di 2 Kecamatan, Dinkes Malang Siap Sweeping Rumah Jika ORI Tak Capai 95 Persen

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Dinas Kesehatan Kota Malang. Kegiatan berjalan sangat baik bahkan melampaui target peserta. Harapannya, gerakan PHBS ini tidak berhenti di sini, tetapi mahasiswa bisa menyebarkannya lagi ke teman-teman di prodi masing-masing,” ujar Ida.

Materi kampanye mencakup kebiasaan sehat dalam kehidupan mahasiswa, dukungan kesehatan jiwa, serta Pertolongan Pertama Luka Psikologis (P3LP). Dinkes juga mengingatkan mahasiswa terhadap sejumlah kebiasaan berisiko, seperti kurang aktivitas fisik, merokok, dan penggunaan rokok elektronik.

Dinkes Soroti Kesehatan Fisik dan Mental Anak Muda

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Malang drg. Muhammad Zamroni mengatakan kampanye di perguruan tinggi berkaitan dengan potensi penyakit tidak menular dan persoalan kesehatan mental anak muda.

Menurut Zamroni, data survei yang disampaikan dalam kegiatan mencatat gangguan mental emosional dan depresi di Kota Malang sempat mencapai 20,1 persen. Ia mendorong pendekatan kesehatan yang menekankan pencegahan sebelum muncul masalah yang lebih serius.

“Kita seringkali berpikir hidup sehat baru penting ketika baru sakit. Paradigma ini harus diubah lewat kampanye PHBS, karena pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan,” terang Zamroni.

Baca Juga:  ISPA Masih Mengintai Saat Pancaroba, Kenali Tanda yang Berbahaya

Pesan tersebut langsung diterima mahasiswa. Katharina Budi Kusuma, mahasiswi Bisnis Digital ITN Malang angkatan 2025, mengatakan pemeriksaan gula darah dan materi PHBS membuatnya terdorong menerapkan kebiasaan sehat di tempat tinggalnya.

Selain pemeriksaan gula darah, peserta mengikuti sejumlah pemeriksaan fisik dan edukasi kesehatan. Dinkes Kota Malang sendiri memiliki materi edukasi PHBS yang mencakup berbagai aspek perilaku hidup sehat melalui kanal informasi kesehatannya. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat diharapkan tidak berhenti sebagai materi kampanye, tetapi diterapkan dalam keseharian sivitas akademika.