UIN Malang Perkenalkan Sistem Benchmarking untuk Mengukur Kinerja Pesantren

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memperkenalkan Maliki Pesantren Metrik sebagai instrumen untuk memetakan dan mengukur kinerja pesantren secara lebih terstruktur. Sistem tersebut diluncurkan dalam rangkaian Lustrum ke-13 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Gedung Rektorat lantai 5, Jumat (2/10/2026).

Peluncuran mengusung tema “Refleksi 1 Tahun Mengabdi: Sinergi Mewujudkan UIN Maliki Bereputasi Internasional”. Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A. menandai peluncuran tersebut dengan pemukulan gong.

Kehadiran Maliki Pesantren Metrik menjadi bagian dari upaya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memperkuat kontribusi terhadap pengembangan pesantren. Sistem tersebut tidak hanya dirancang untuk melihat capaian lembaga, tetapi juga memetakan kontribusi pesantren dalam sejumlah bidang.

Petakan Kinerja Pesantren secara Terukur

Maliki Pesantren Metrik dirancang untuk menjalankan sejumlah fungsi, mulai dari pemetaan, pengukuran, pengakuan, pembandingan kinerja atau benchmarking, hingga pemeringkatan pesantren.

Melalui sistem tersebut, kinerja pesantren dapat dipetakan berdasarkan sejumlah aspek yang dinilai penting bagi perkembangan lembaga. Bidang yang menjadi cakupan antara lain pendidikan, dakwah, pemberdayaan masyarakat, tata kelola, inovasi, dan kemitraan.

Baca Juga:  Tragedi Timothy Udayana, Rektor Unud Bertindak Tegas, 6 Mahasiswa Nir-empati Terancam Nilai D

Pendekatan tersebut membuat Maliki Pesantren Metrik tidak hanya menempatkan pesantren sebagai lembaga pendidikan keagamaan. Sistem ini juga melihat kontribusi pesantren dalam pemberdayaan masyarakat, pengelolaan lembaga, pengembangan inovasi, serta kerja sama dengan berbagai pihak.

Pengukuran yang lebih terstruktur juga menjadi dasar untuk mengenali capaian dan kontribusi masing-masing pesantren. Hasil pemetaan dapat digunakan untuk melihat posisi kinerja sekaligus membandingkan capaian antarlembaga melalui mekanisme benchmarking.

Dorong Pengembangan Pesantren Berkelanjutan

Peluncuran Maliki Pesantren Metrik mengusung semangat “Recognizing Excellence, Inspiring Sustainable Pesantren”. Semangat tersebut menempatkan pengenalan terhadap keunggulan pesantren sebagai salah satu bagian dari pengembangan sistem.

UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap instrumen tersebut dapat mendorong peningkatan kualitas pengelolaan pesantren. Pemetaan dan pengukuran juga diarahkan untuk memberikan gambaran mengenai berbagai capaian yang telah dimiliki lembaga.

Baca Juga:  Ratusan Siswa SMAN 1 Yogyakarta Diduga Keracunan MBG, Wali Kota Hasto Hentikan Sementara SPPG Wirobrajan

Dalam konteks pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam, sistem tersebut juga diharapkan dapat membantu mengenali praktik dan keunggulan yang dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan lembaga secara berkelanjutan.

Peluncuran Maliki Pesantren Metrik sekaligus menegaskan komitmen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk mengambil bagian dalam pengembangan lembaga pendidikan Islam dan pesantren. Instrumen tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi kampus dalam mendorong pemetaan kinerja pesantren berdasarkan aspek yang lebih terukur.