Uji Coba CNG 3 Kg Masuk Evaluasi Akhir, Pemerintah Siapkan Skema Distribusi

emerintah mengevaluasi uji coba penggunaan CNG 3 kg sebagai alternatif LPG 3 kg. (Foto: Istimewa)

SUARAMALANG.COM – Pemerintah mulai menyiapkan skema distribusi dan tata niaga Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram (kg) setelah uji coba pemanfaatannya sebagai alternatif LPG 3 kg memasuki tahap evaluasi.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih mengkaji aspek teknis penggunaan tabung serta model bisnis penyaluran CNG sebelum pemerintah menentukan langkah selanjutnya.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan evaluasi dilakukan oleh Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas). Hasil kajian tersebut akan disampaikan kepada Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia.

“Ini kan lagi dievaluasi oleh Lemigas, itu kan dari tabung kemudian itu proses CNG sampai ke tabung, itu kan juga proses bisnisnya kan lagi diselesaikan oleh Lemigas. Jadi dalam waktu dekat ini hasil evaluasi itu akan disampaikan langsung sama Pak Menko,” kata Yuliot di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (2/10/2026).

Uji Coba CNG 3 Kg Masuk Pekan Ketiga

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan uji coba CNG 3 kg telah memasuki pekan ketiga. Pemerintah masih mengevaluasi berbagai kriteria operasional sebelum melakukan peninjauan menyeluruh pada pekan keempat.

Evaluasi dilakukan secara berkala untuk melihat berbagai aspek dalam penggunaan dan distribusi CNG. Salah satu contoh yang dikaji yakni mekanisme pengangkutan CNG agar menggunakan wadah atau kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan operasional.

“Data terus dievaluasi, setiap hari dicek, ada hal apa yang bisa dilakukan yang dievaluasi poin-poinnya apa saja. Nah nanti setelah 1 bulan kita akan lakukan review seluruh aspek apa saja yang terkait,” ujar Laode, dikutip Jumat (2/10/2026).

Baca Juga:  Stok BBM dan LPG Jatim Aman Selama Libur Panjang Paskah, Pertamina Tambah Pasokan 49%

Setelah evaluasi empat minggu selesai, pemerintah akan membahas skema tata kelola dan rantai pasok. Pembahasan mencakup pihak yang menjual CNG, penyedia tabung, pemasok gas hingga lokasi pengisian.

“Tahap selanjutnya adalah kita akan mendiskusikan mengenai skemanya. Skema untuk CNG ini nanti seperti apa sih, siapa yang menjual, siapa yang mensuplai tabung, gasnya diisinya di mana,” kata Laode.

Tabung CNG Masih Didatangkan dari Luar Negeri

Persoalan tabung juga menjadi bagian dari persiapan pemerintah. Laode mengatakan Indonesia saat ini belum memiliki pabrik yang mampu memproduksi tabung CNG sesuai spesifikasi teknis yang dibutuhkan untuk uji coba tersebut.

Karena itu, tabung yang digunakan dalam uji coba terbatas masih didatangkan dari luar negeri. Jika program nantinya masuk tahap produksi secara massal, pemerintah akan membahas kerja sama dengan industri pembuat tabung CNG di China.

“Kalau itu kan kemarin yang lagi kita uji, karena di Indonesia belum ada pabrik yang bisa membuat dengan spesifikasi itu, jadi yang diuji sekarang masih dibikin di sana. Manakala nanti akan ada produksi masif, tentu kita harus ada bargaining sama industrinya di China,” ujar Laode.

Pengadaan tabung tersebut saat ini masih terbatas untuk kebutuhan uji coba. Pemerintah belum menetapkan skema produksi massal karena masih menunggu penyelesaian evaluasi dan pembahasan rantai pasok.

CNG Disiapkan sebagai Alternatif LPG 3 Kg

Program CNG 3 kg disiapkan pemerintah sebagai bagian dari diversifikasi energi dan upaya mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG. Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan uji coba lapangan telah berjalan dan pemerintah perlu menyiapkan alternatif energi di tengah ketidakpastian kondisi global.

Baca Juga:  Harga Pertamax Berpotensi Naik Oktober 2026, Diproyeksi Tembus Rp17.704

Pemerintah mencatat konsumsi LPG nasional mencapai sekitar 8,6 juta ton per tahun. Sementara produksi LPG domestik berada di kisaran 1,6 juta hingga 1,7 juta ton per tahun sehingga sebagian kebutuhan masih dipenuhi melalui impor.

Dengan kondisi tersebut, pemanfaatan gas alam domestik menjadi salah satu opsi yang sedang diuji pemerintah. Namun, kebijakan energi tersebut masih bergantung pada hasil evaluasi teknis, keselamatan, ketersediaan pasokan, tabung, serta kesiapan tata niaga dan distribusi.

Hingga tahap ini, pemerintah belum menetapkan penerapan CNG 3 kg secara massal. Keputusan tersebut akan mengikuti hasil evaluasi uji coba dan skema bisnis yang masih disusun.

Secara umum, CNG merupakan gas alam yang dikompresi untuk meningkatkan kepadatan sehingga dapat disimpan dan digunakan sebagai bahan bakar.