Harga Pertamax Berpotensi Naik Oktober 2026, Diproyeksi Tembus Rp17.704

SUARAMALANG.COM, Jakarta – Harga BBM nonsubsidi berpotensi mengalami penyesuaian pada Oktober 2026 seiring kenaikan harga minyak dunia dan harga produk BBM di pasar internasional. Pemerintah memberi sinyal penyesuaian, sementara pengamat memproyeksikan harga Pertamax RON 92 dapat naik hingga 11 persen atau mencapai sekitar Rp17.704 per liter.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan pemerintah masih mencermati pergerakan harga minyak sebelum menentukan besaran penyesuaian BBM nonsubsidi. Harga BBM subsidi, termasuk Pertalite, dipastikan tetap dipertahankan hingga akhir 2026.

Pertamax Diproyeksi Naik hingga 11 Persen

Pengamat ekonomi energi sekaligus dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran Yayan Satyakti memperkirakan harga BBM nonsubsidi dapat meningkat 5 persen hingga maksimal 11 persen pada Oktober.

Dengan skenario kenaikan 11 persen, harga Pertamax yang saat ini berada di Rp15.950 per liter diproyeksikan menjadi sekitar Rp17.704 per liter. Yayan menghitung proyeksi tersebut berdasarkan rata-rata harga pasar periode 28 Agustus hingga 28 September 2026.

Menurut Yayan, harga bensin olahan di Singapura atau Means of Platts Singapore (MOPS) meningkat sekitar 14 persen. Rata-rata MOPS untuk bensin naik dari US$111,4 per barel pada jendela harga September menjadi sekitar US$126,7 per barel untuk jendela harga Oktober.

Baca Juga:  Mixue Tutup Ratusan Gerai di Asia Tenggara, Strategi Ekspansi Kini Lebih Selektif

Kenaikan tersebut turut dipengaruhi kondisi pasokan minyak global. Yayan menyebut harga Indonesian Crude Price (ICP) diproyeksikan berada di kisaran US$83–US$87 per barel akibat kendala pasokan di Selat Hormuz dan penurunan cadangan minyak Amerika Serikat.

Pergerakan harga minyak dunia juga menjadi perhatian pemerintah. Yuliot mengatakan BBM nonsubsidi mengikuti perkembangan harga pasar sehingga rata-rata harga dalam satu periode menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan penyesuaian.

Pembahasan mengenai harga BBM nonsubsidi tersebut masih berkaitan dengan perkembangan harga minyak dunia dan kondisi pasar energi.

Proyeksi Harga Pertamax hingga Rp18.650

Praktisi migas Hadi Ismoyo memiliki perhitungan berbeda. Dengan asumsi rata-rata harga minyak mentah Brent US$100 per barel, yield 0,6, dan nilai tukar Rp17.800 per dolar AS, harga keekonomian Pertamax diperkirakan berada di sekitar Rp18.650 per liter.

Harga minyak mentah menjadi salah satu faktor penting dalam pembentukan harga energi. Dalam konteks pasar minyak global, minyak mentah diperdagangkan berdasarkan berbagai acuan harga dan kondisi pasar internasional.

Baca Juga:  Stimulus Ekonomi Rp26,34 Triliun Resmi Diluncurkan, Ini Daftar Bantuan dan Diskon untuk Masyarakat

Angka Rp18.650 tersebut merupakan proyeksi berdasarkan asumsi tertentu, bukan harga jual resmi Pertamax. Harga ritel yang disebut dalam kedua sumber masih Rp15.950 per liter.

Perbedaan proyeksi menunjukkan besaran harga BBM nonsubsidi bergantung pada perkembangan harga minyak, produk olahan, dan nilai tukar. Karena itu, belum ada angka harga Pertamax Oktober yang ditetapkan dalam informasi tersebut.

Kepastian harga baru dapat diketahui setelah pemerintah dan badan usaha menetapkan penyesuaian harga BBM nonsubsidi untuk periode Oktober 2026.