SUARAMALANG.COM, Kota Malang–Serangkaian kasus bunuh diri dan percobaan bunuh diri, dengan korban mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) dalam kurun 2025 hingga September 2026, memang cukup memprihatinkan sebagai sebuah peristiwa di lingkungan lembaga pendidikan, khususnya perguruan tinggi.
Setidaknya dalam kurun waktu tahun 2025 hingga September 2026, berdasarkan data dari rangkuman jejak digital di media massa , sudah terjadi 5 kasus bunuh diri dan percobaan bunuh diri.
Dari kasus tersebut 3 korban bunuh diri , meninggal dunia dan 2 korban lainnya terluka parah, termasuk yang terakhir mahasiswa Fakultas Kedokteran berinisial RR 19 tahun, yang mencoba bunuh diri dari lantai 6 Gedung FBiPB.
Rangkaian peristiwa bunuh diri maupun percobaan bunuh diri di Universitas Brawijaya, menjadi sebuah persoalan dan permasalahan baru di lembaga pendidikan tinggi, yang notabene korbannya adalah semuanya mahasiswa dan yang selama ini dianggap memiliki kekuatan mental yang kuat juga tangguh.
Sejumlah analisa maupun pertanyaan pun mencuat, mengapa terjadi, kenapa terjadi dan terus bagaimana bisa terjadi, juga mengantisipasinya ?
Sebagai sebuah lembaga pendidikan tinggi yang memiliki berbagai fasilitas, baik sarana dan prasarana yang lengkap, juga memiliki kemampuan mengantisipasi dan deteksi dini dalam bentuk membangun kesehatan mental para mahasiswa, ternyata terjadi lagi.
Data yang dirangkum suaramalang.com dari berbagai sumber media massa, baik cetak maupun online, kasus pertama yang terekspos mahasiswa bunuh diri , peristiwanya terjadi pada April 2025. Seorang mahasiswa UB asal Bojonegoro berinisial RH meninggal dunia di kamar kosnya di kawasan Blimbing, Kota Malang. Di media tersebut disebutkan bila korban meninggal diduga mengalami depresi kemudian mengakhiri hidupnya.
Selanjutnya 7 bulan kemudian, tepatnya November 2025, peristiwa mahasiswa bunuh diri kembali terjadi. Seorang mahasiswa UB berinisial NFR 25 tahun, ditemukan meninggal terjatuh dari Jembatan Soekarno-Hatta atau Suhat.
Data-data tersebut kebenaran mutlaknya masih bisa didiskusikan dan digali lebih dalam, dengan keterangan resmi dari berbagai pihak. Untuk itu, suaramalang.com berharap adanya informasi lain bila diperlukan.
Pewarta:*Deni Robi/MS Alkatiri














