700 Pondok Pesantren Jadi Kekuatan Pembangunan, Kemenag Kabupaten Malang Soroti Peran Strategis Santri

SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang — Pondok pesantren tidak hanya berperan sebagai tempat menimba ilmu agama, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter generasi bangsa dan pembangunan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Kepala  Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Malang, Drs.H.Sahid., MM ,  dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-6 Pondok Pesantren An-Nur Lembah Kemuning, Kecamatan Pakis, yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Rabu (9/9/2026).

Dalam sambutannya, Kepala Kemenag Kabupaten Malang,  menyebut keberadaan pondok pesantren memiliki posisi strategis bagi pembangunan daerah. Kabupaten Malang tercatat memiliki sekitar 700 pondok pesantren yang tersebar di berbagai wilayah.

Jumlah tersebut menjadi salah satu potensi besar Kabupaten Malang, selain luas wilayah dan jumlah penduduk yang besar.

“Pondok pesantren bukan sekadar tempat menimba ilmu agama,” disampaikan dalam sambutan tersebut.

Keberadaan pesantren dinilai memiliki peran luas, mulai dari membentuk karakter dan akhlak santri, mencetak generasi Qurani, hingga menyiapkan kader penerus perjuangan para kiai.

Pesantren Kekuatan Sosial dan Pendidikan

Pesantren juga memiliki peran dalam penyelenggaraan pendidikan serta mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kemenag Kabupaten Malang menilai, ratusan pondok pesantren yang ada di wilayah Kabupaten Malang merupakan kekuatan sosial dan pendidikan yang harus terus dikembangkan.

Baca Juga:  Dugaan Pengondisian Proyek di DPKPCK Kabupaten Malang Disorot, Transparansi Pejabat Dipertanyakan

Peran pesantren juga tidak dapat dilepaskan dari perjalanan sejarah Indonesia. Lembaga pendidikan berbasis keagamaan tersebut telah tumbuh jauh sebelum Indonesia merdeka dan menjadi bagian dari perjuangan masyarakat dalam menjaga nilai, pendidikan, serta kehidupan berbangsa.

Dalam konteks pembangunan saat ini, pondok pesantren diharapkan tidak hanya terus menjaga tradisi keilmuan Islam, tetapi juga mampu mempersiapkan santri menghadapi perkembangan zaman.

Momentum Maulid Perkuat Keteladanan Nabi

Peringatan Harlah ke-6 Pondok Pesantren An-Nur Lembah Kemuning juga dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Momentum tersebut menjadi sarana untuk mengingat kembali keteladanan Nabi Muhammad SAW sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kesempatan itu, jamaah dan masyarakat diajak untuk terus menghidupkan amalan sederhana, di antaranya memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad SAW serta memperbanyak istighfar kepada Allah SWT.

Dua amalan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Maulid Nabi, tetapi dapat terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari upaya memperkuat keimanan dan memperbaiki diri.

Baca Juga:  Turnamen Bola Voli Antar Satuan HUT ke-79 Pomau, Danlanud Abd Saleh Serahkan Tropi Juara

Pesantren Tempat Membangun Karakter

Peringatan Harlah ke-6 Pondok Pesantren An-Nur Lembah Kemuning menjadi momentum untuk memperkuat peran pesantren dalam membangun generasi.

Di tengah perkembangan zaman, pondok pesantren diharapkan terus menjadi ruang pendidikan yang melahirkan generasi berilmu, berakhlak, memiliki karakter kuat, serta mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa.

Dengan keberadaan sekitar 700 pondok pesantren, Kabupaten Malang memiliki modal sosial dan pendidikan yang besar untuk mempersiapkan generasi masa depan.

Pesantren tumbuh, santri berkembang, dan generasi bangsa terus dipersiapkan untuk menghadapi masa depan Indonesia.

Pewarta: *MS Alkatiri