SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Kenaikan harga beras, daging ayam ras, dan cabai mulai masuk radar Pemerintah Kota Malang. Namun, Pemkot Malang belum langsung menggelar intervensi pasar untuk meredam tekanan harga tersebut.
Pemerintah justru memilih menelusuri kondisi pasar hingga rantai distribusi terlebih dahulu. Langkah itu dilakukan untuk mengetahui penyebab kenaikan harga sebelum pemerintah menentukan bentuk intervensi.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan tiga komoditas tersebut mendapat perhatian setelah data terbaru Badan Pusat Statistik menunjukkan kecenderungan kenaikan harga. Pemkot Malang kini menyiapkan pengecekan langsung dalam waktu dekat.
“Tadi disampaikan oleh Kepala BPS juga bahwa dari rilisnya BPS kemarin, ada ayam ras, beras, dan cabai yang cenderung naik. Kami harus intervensi nanti,” kata Wahyu, Rabu (26/8/2026).
Intervensi Tidak Langsung Dilakukan
Meski mengakui adanya kenaikan, Pemkot Malang belum menentukan bentuk intervensi. Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kota Malang lebih dahulu akan memeriksa kondisi harga di tingkat pasar dan distributor.
Pengecekan itu penting karena harga pangan tidak hanya dipengaruhi kondisi penjualan di pasar. Pasokan, distribusi, cuaca, hingga ketersediaan barang ikut menentukan pergerakan harga di tingkat konsumen.
“Tapi dari TPID, sebelum intervensi, kami akan cek pasar dengan distributor untuk melihat situasi dalam minggu ini. Banyak yang mempengaruhi terkait dengan inflasi yang ada di Kota Malang,” jelas Wahyu.
Langkah tersebut sekaligus menunjukkan Pemkot Malang belum ingin mengambil kebijakan secara terburu-buru. Pemerintah ingin memastikan sumber persoalan sebelum mengeluarkan instrumen pengendalian harga.
Bantuan Beras Diharapkan Menahan Tekanan Harga
Khusus untuk beras, Wahyu menyebut faktor cuaca ikut memengaruhi kondisi harga. Di tengah situasi itu, pemerintah juga mengandalkan penyaluran bantuan pangan untuk menjaga kemampuan belanja masyarakat.
Setiap penerima memperoleh 10 kilogram beras setiap bulan. Pemerintah menyalurkan bantuan untuk periode Juli hingga September 2026 sekaligus dengan total 30 kilogram bagi setiap penerima.
Selain bantuan pangan, Pemkot Malang juga menyiapkan operasi pasar sebagai pilihan berikutnya. Namun, pemerintah masih menunggu hasil pengecekan sebelum menentukan apakah langkah tersebut benar-benar diperlukan.
“Ya, salah satunya nanti dengan operasi pasar. Karena itu juga salah satu langkah yang disarankan oleh pusat,” ujar Wahyu.
Pemkot Malang kini menghadapi pekerjaan ganda dalam menjaga inflasi. Pemerintah harus memastikan harga tetap terjangkau, tanpa membiarkan pasokan pangan terganggu di tengah kenaikan tiga komoditas utama tersebut.
















