Drainase Sempit Picu Banjir Lowokwaru, Penertiban Bangunan Mulai Bergerak

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Persoalan banjir di RW 4 Kelurahan Lowokwaru, Kota Malang, mulai mendapat penanganan dari sisi drainase.

Warga bersama Pemkot Malang menertibkan bangunan yang mempersempit saluran air pada Rabu (26/8/2026). Langkah itu menyasar sekitar 40 meter drainase yang selama ini kehilangan ruang aliran.

Masalah tersebut bukan persoalan baru bagi warga setempat. Genangan air sudah berulang kali muncul di kawasan itu sejak 2008.

Bangunan Masuk Area Drainase

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah bangunan berdiri sangat dekat dengan saluran drainase. Bahkan, beberapa bagian rumah menempati area tepat di atas saluran.

Ketua RW 4 Lowokwaru Afrizal Arief Ardiwinata mengatakan kondisi itu menghambat fungsi saluran ketika debit air meningkat.

“Ini menjadi komitmen bersama, baik dari kami sebagai warga maupun Pemkot Malang, tentunya untuk mencegah banjir beserta dampaknya,” kata Rizal.

Rizal mengatakan warga perlu membuka kembali sekitar 40 meter saluran tersebut. Menurut dia, drainase itu seharusnya memiliki lebar sekitar dua meter.

“Setelah penertiban, kami akan lanjut ke provinsi, karena drainase ini memang kewenangan provinsi. Ada sepanjang 40 meter, seharusnya lebarnya dua meter,” ujarnya.

Baca Juga:  90 Persen Pasien Anak di RSUD Kota Malang Terdampak Kecanduan Gadget, Dokter Ingatkan Peran Keluarga

Warga Pernah Tutup Saluran

Rizal menjelaskan warga dulu menutup saluran karena persoalan lingkungan. Bau tidak sedap dan banyaknya nyamuk membuat warga memilih menutup bagian drainase tersebut.

Namun, penutupan itu kemudian memunculkan persoalan baru. Sebagian warga menambah pondasi hingga membangun struktur rumah di atas area saluran.

“Dulu setelah drainase ditutup, lalu ada yang menyalahgunakan. Ada yang menambah pondasi hingga bangunan, itu yang tidak benar,” jelasnya.

Rizal memastikan warga yang terkena penertiban telah menyepakati langkah tersebut. Ia ingin pembukaan saluran berlanjut sampai seluruh bagian kembali mendukung aliran air.

DPRD Buka Peluang Penertiban Lanjutan

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Dito Arief Nurakhmadi menilai pembukaan drainase menjadi langkah penting menghadapi musim hujan.

“Saya rasa langkah ini memang perlu dilakukan di Kota Malang untuk mencegah banjir. Apalagi dilakukan mendekati datangnya musim hujan,” kata Dito.

Dito mengatakan bangunan yang mengganggu aliran air menjadi salah satu persoalan dalam penanganan banjir Kota Malang. Karena itu, DPRD mendorong perhatian serupa pada kawasan lain.

Baca Juga:  Dinkes Kota Malang Uji Laboratorium Menu MBG, Pastikan Keamanan Makanan untuk Pelajar

“Banyak yang mengalami kondisi serupa dengan masalah yang berbeda-beda. Setelah ini sangat mungkin dilakukan penertiban di tempat-tempat lain yang kondisinya sama,” ujarnya.

Dito menyebut Perumahan De Cluster Nirwana, Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, sebagai salah satu lokasi berikutnya.

“Jadi mungkin selanjutnya adalah penertiban di Kelurahan Pandanwangi, Perumahan De Cluster Nirwana,” pungkas Dito.

Iklan
Iklan