SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Aksi pembacokan menggegerkan warga Jalan Bandara Palmerah XV, Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Sabtu, 29 Agustus 2026 malam.
Orang tak dikenal menyerang seorang pria berinisial AJ (39) menggunakan senjata tajam. Serangan itu membuat AJ mengalami luka di sejumlah bagian tubuh.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Warga kemudian mendatangi lokasi setelah mendengar teriakan dari kawasan sekitar.
Seorang warga, Imam, mengaku awalnya berada di dalam rumah. Ia langsung keluar setelah mendengar warga berteriak di luar rumahnya.
“Setelah itu, saya keluar dan ternyata di bagian portal arah selatan sudah ramai-ramai warga. Ketika saya datang, ternyata ada seorang pria sudah berbaring dengan kondisi terluka parah,” jelas Imam kepada Ketik.com, Minggu, 30 Agustus 2026.
Korban Tergeletak di Tengah Lahan Kosong
Warga menemukan AJ dalam kondisi terluka di sekitar lokasi. Tidak lama kemudian, tim medis dan anggota kepolisian datang untuk memberikan pertolongan.
Tim medis kemudian membawa AJ ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Imam mengatakan korban masih sadar ketika warga mengetahui kejadian itu.
“Kalau penyebab korban dibacok, saya kurang paham. Yang jelas, kondisinya sadar dan korban bukanlah warga sini,” tambahnya.
Kapolsek Kedungkandang, Kompol M Roichan, membenarkan aksi pembacokan tersebut. Polisi kini mengumpulkan keterangan dan memburu pelaku.
AJ tinggal di Jalan Danau Sentani Utara, Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang. Polisi mencatat luka robek pada perut kiri, paha kiri, dan telapak tangan kanan korban.
“Korban mengalami luka robek pada bagian perut sebelah kiri, paha sebelah kiri, dan telapak tangan sebelah kanan. Sedangkan lokasi kejadiannya sendiri, terjadi di tengah lahan kosong dekat Jalan Bandara Palmerah XV,” ungkap Roichan.
Polisi Masih Selidiki Motif Penyerangan
Hingga Minggu, 30 Agustus 2026, polisi belum mengetahui motif di balik aksi tersebut. Penyidik juga belum memperoleh keterangan lengkap dari AJ.
Polisi masih mengejar pelaku dan menelusuri kemungkinan motif penyerangan. Petugas belum dapat memastikan apakah pelaku melakukan pembegalan atau penganiayaan.
“Masih dalam penyelidikan. Pelaku masih kami cari dan kami belum tahu apa pembegalan atau penganiayaan, karena korban masih di rumah sakit dan belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut,” pungkas Roichan.
















