SUARAMALANG.COM, Kota Malang – BPJS Kesehatan mengingatkan masyarakat agar mengenali risiko penyakit jantung sejak dini dalam momentum Hari Jantung Sedunia. Sepanjang 2015 hingga 2025, pembiayaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk 172,3 juta kasus penyakit jantung tercatat lebih dari Rp100 triliun.
Pada 2025 saja, BPJS Kesehatan mencatat 29,8 juta kasus penyakit jantung dengan pembiayaan mencapai Rp17,4 triliun. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Malang Hernina Agustin Arifin mengatakan tingginya pemanfaatan JKN menjadi pengingat agar masyarakat memperkuat upaya pencegahan dan deteksi risiko.
BPJS Kesehatan Sediakan Skrining Setahun Sekali
Hernina mengatakan penyakit jantung dapat menyerang siapa saja, termasuk masyarakat usia produktif. Karena itu, ia mendorong masyarakat menjaga pola makan, rutin beraktivitas fisik, menghindari rokok, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
“Program JKN hadir memberikan perlindungan ketika peserta membutuhkan pelayanan kesehatan. Namun, kami tentu berharap masyarakat tidak menunggu sakit untuk mulai peduli terhadap kesehatannya,” ujar Hernina, Selasa (29/9/2026).
Peserta JKN berusia 15 tahun ke atas juga dapat memanfaatkan Skrining Riwayat Kesehatan satu kali dalam setahun. Layanan tersebut menjadi salah satu cara untuk mengenali potensi risiko penyakit kronis.
Skrining dapat diakses melalui Aplikasi Mobile JKN, layanan PANDAWA di nomor 08118165165, atau Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat peserta terdaftar. Peserta akan menjawab pertanyaan mengenai pola hidup, riwayat penyakit pribadi, dan riwayat kesehatan keluarga.
“Semakin dini risiko diketahui, semakin besar kesempatan untuk melakukan perubahan gaya hidup maupun mendapatkan tindak lanjut yang tepat. Menjaga jantung harus dimulai sejak kita masih sehat,” kata Hernina.
BPJS Kesehatan juga mengingatkan peserta memastikan status kepesertaan JKN tetap aktif agar dapat mengakses pelayanan kesehatan sesuai ketentuan ketika membutuhkan perawatan.
Informasi mengenai kesehatan menjadi salah satu bagian penting dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit.
Peserta JKN Ceritakan Pengalaman Serangan Jantung
Pengalaman menjalani perawatan dirasakan Hadi Susila, 61, peserta JKN yang tengah menjalani penanganan setelah mengalami serangan jantung. Ia mengaku tidak menyangka keluhan yang dialaminya berujung pada kondisi tersebut.
“Sebelumnya saya tidak menyangka akan mengalami serangan jantung. Ketika dokter menyampaikan kondisi saya, tentu ada rasa kaget dan khawatir. Alhamdulillah, saya segera mendapatkan penanganan dan selama menjalani perawatan menggunakan JKN, pelayanan yang saya terima berjalan dengan baik,” ungkap Hadi.
Hadi mengatakan pengalaman tersebut membuatnya semakin menyadari pentingnya memperhatikan kondisi tubuh. Ia juga berharap masyarakat tidak mengabaikan keluhan yang mengarah pada gangguan penyakit jantung dan segera memeriksakannya.
“Sekarang saya semakin sadar bahwa kesehatan tidak boleh dianggap sepele. Kalau ada keluhan, sebaiknya segera diperiksakan,” tutup Hadi.














