Berita  

LIRA Dorong KEK Singhasari Lebih Berdampak bagi Ekonomi Warga Malang

Bupati LIRA Malang Wiwid Tuhu dan jajaran, berpose bersama Direktur Umum KEK Singhasari Purnadi dan Corporate Secretary Kriswidyat Praswanto. (Dok.Mhd)

SUARAMALANG.COM, KABUPATEN MALANG – Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Malang membuka komunikasi dengan pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari untuk membahas peluang kolaborasi yang lebih berdampak bagi masyarakat.

Pertemuan antara Bupati LIRA Kabupaten Malang Wiwid Tuhu, S.H., M.H., dengan Direktur Umum KEK Singhasari Dr. H. Purnadi, S.H., M.Si., beserta jajaran pengelola berlangsung di kawasan Singhasari. LIRA menyebut pertemuan tersebut sebagai bagian dari upaya membangun sinergi dengan berbagai komponen masyarakat di Kabupaten Malang.

Langkah ini menarik karena KEK Singhasari memiliki agenda pengembangan di sektor digital dan pariwisata. Tantangannya bukan hanya menarik investasi, tetapi memastikan perkembangan kawasan ikut membuka peluang ekonomi, pendidikan, dan pekerjaan bagi masyarakat di sekitarnya.

LIRA Pilih Jalur Mitra Kritis

LIRA selama ini dikenal sebagai organisasi masyarakat yang menjalankan fungsi kontrol sosial. Namun, dalam pertemuan tersebut, organisasi ini menegaskan posisinya bukan sebagai oposisi, melainkan sebagai mitra kritis yang menyampaikan aspirasi masyarakat.

Posisi tersebut membuka ruang bagi LIRA untuk tidak hanya mengkritisi kebijakan atau program pembangunan. Organisasi masyarakat juga dapat berperan dalam menyampaikan persoalan warga dan mengawal agar program pembangunan memberikan manfaat yang lebih merata.

Dalam pertemuan dengan pengelola KEK Singhasari, LIRA menyampaikan keinginan untuk membangun sinergi dengan berbagai komponen di Kabupaten Malang. Tujuannya adalah mendorong ekosistem daerah yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Dengan pendekatan tersebut, pembahasan mengenai KEK Singhasari tidak berhenti pada pembangunan kawasan. Perhatian juga diarahkan pada hubungan antara kawasan ekonomi, masyarakat lokal, sumber daya manusia, dan peluang usaha.

KEK Singhasari Punya Modal Ekonomi Digital dan Pariwisata

KEK Singhasari memiliki posisi strategis karena dikembangkan dengan fokus pada sektor digital dan pariwisata. Kawasan ini ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2019 dan mulai beroperasi secara resmi pada 21 November 2022.

Baca Juga:  Ancaman terhadap Wartawan Kasus Pasar Karangploso Disesalkan, Jurnalis Senior: Polisi Wajib Beri Perlindungan

Kawasan yang dikembangkan PT Intelegensia Grahatama tersebut memiliki luas sekitar 120,3 hektare. Pemerintah menargetkan KEK Singhasari mampu menarik investasi hingga Rp11,92 triliun dan menyerap 6.863 tenaga kerja sampai 2030.

Target tersebut membuat dampak terhadap masyarakat menjadi salah satu aspek penting dalam perkembangan kawasan. Investasi yang masuk idealnya tidak hanya menghasilkan aktivitas ekonomi di dalam kawasan, tetapi juga menciptakan rantai ekonomi dengan pelaku usaha dan tenaga kerja lokal.

Lokasi Singosari juga memberikan keuntungan dari sisi konektivitas. Kawasan ini berada di jalur Pandaan-Malang dan memiliki akses ke jaringan jalan tol Pandaan-Malang serta jalur menuju berbagai pusat transportasi di Jawa Timur.

Pendidikan Bisa Menjadi Jembatan ke Ekonomi Digital

Pengembangan KEK Singhasari juga tidak hanya berkaitan dengan investasi dan pariwisata. Kehadiran institusi pendidikan internasional membuka peluang penguatan sumber daya manusia di bidang ekonomi digital dan teknologi.

King’s College London telah hadir di kawasan tersebut dengan program pascasarjana, antara lain MSc Digital Economies dan MA Digital Futures. Program tersebut memberikan akses pendidikan internasional bagi mahasiswa Indonesia tanpa harus mengikuti seluruh proses pendidikan di Inggris.

Pengembangan sumber daya manusia menjadi penting karena pertumbuhan ekonomi digital membutuhkan tenaga kerja dengan keterampilan yang sesuai. Kehadiran lembaga pendidikan internasional dapat menjadi salah satu bagian dari ekosistem tersebut.

KEK Singhasari juga disebut menjajaki kerja sama dengan Indian Institute of Management Bangalore. Selain itu, terdapat berbagai inisiatif kolaborasi di bidang teknologi dan pendidikan yang diarahkan untuk memperkuat koneksi Indonesia dengan mitra internasional.

Tantangannya Bukan Sekadar Menarik Investasi

Besarnya target investasi dan tenaga kerja membuat keberhasilan KEK Singhasari pada akhirnya dapat dilihat dari dampaknya terhadap lingkungan ekonomi di sekitarnya. Masyarakat Kabupaten Malang perlu memiliki ruang untuk mengambil bagian dalam pertumbuhan kawasan tersebut.

Baca Juga:  Mengajar Hanya 1 Siswa, Kisah Guru di SD Malang Ini Bikin Haru

Peluang itu dapat muncul melalui penyerapan tenaga kerja, pengembangan usaha lokal, kebutuhan jasa pendukung, pendidikan, ekonomi kreatif, hingga pengembangan keterampilan digital.

Di sinilah fungsi kontrol sosial dan komunikasi antara masyarakat dengan pengelola kawasan menjadi relevan. Aspirasi warga dapat menjadi masukan dalam pengembangan kawasan, sedangkan pengelola KEK dapat menjelaskan kebutuhan dan peluang yang tersedia.

KEK Singhasari Bisa Menghubungkan Teknologi dan Wisata

Keunggulan lain KEK Singhasari terletak pada perpaduan sektor teknologi dan pariwisata. Kawasan ini berada di wilayah yang memiliki jejak sejarah Kerajaan Singhasari dan berbagai peninggalan budaya di Malang Raya.

Konsep tersebut memungkinkan pengembangan ekonomi digital berjalan berdampingan dengan potensi heritage tourism. Teknologi dapat digunakan untuk memperkuat pengalaman wisata sekaligus membuka ruang baru bagi industri kreatif dan pelaku usaha lokal.

Jika sinergi antara pemerintah, pengelola kawasan, institusi pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat berjalan baik, KEK Singhasari dapat berkembang bukan hanya sebagai kawasan investasi. Kawasan ini juga berpotensi menjadi salah satu penghubung antara pendidikan, teknologi, pariwisata, dan ekonomi masyarakat di Malang Raya.

Pertemuan LIRA dengan jajaran KEK Singhasari menjadi salah satu ruang awal untuk membangun komunikasi tersebut. Tantangan berikutnya adalah memastikan komunikasi dan sinergi itu menghasilkan program yang terukur serta manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.