SUARAMALANG.COM, JAKARTA – Pemerintah menyiapkan pola pengaturan kecerdasan artifisial (AI) yang tidak berhenti pada satu aturan nasional. Kementerian dan lembaga nantinya akan menerjemahkan Peta Jalan Nasional Kecerdasan Artifisial menjadi panduan yang lebih spesifik sesuai karakter masing-masing sektor.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria mengatakan roadmap AI nasional akan menjadi panduan bersama bagi pihak yang mengembangkan maupun menggunakan teknologi tersebut.
“Kita membahas ekosistemnya. Namun, sekali lagi, itu sebagai panduan,” ujar Nezar usai menghadiri Rapat Paripurna di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Selasa (6/10/2026).
Aturan AI Akan Disesuaikan dengan Kebutuhan Sektor
Menurut Nezar, kementerian, instansi, dan lembaga yang mengembangkan atau menggunakan AI akan menyusun panduan sektoral masing-masing. Pendekatan tersebut diperlukan karena penggunaan AI memiliki kebutuhan dan karakter yang berbeda di setiap bidang.
Nezar mencontohkan sektor kesehatan, pendidikan, dan layanan keuangan. Ketiga bidang tersebut nantinya membutuhkan panduan penggunaan AI yang lebih spesifik berdasarkan kebutuhan masing-masing.
“Jadi nanti itu kementerian-kementerian atau instansi atau lembaga-lembaga yang mengembangkan AI itu menurunkan secara sektor. Jadi secara sektor mereka akan membuat panduan-panduannya sendiri,” katanya.
Pemerintah saat ini masih membahas rancangan Peraturan Presiden tentang Peta Jalan Nasional Kecerdasan Artifisial bersama kementerian dan lembaga terkait. Rancangan tersebut juga sedang diproses di Sekretariat Negara untuk harmonisasi dengan Kementerian Hukum.
Transparansi dan Keamanan Jadi Prinsip Penggunaan AI
Roadmap nasional tidak hanya diarahkan untuk mengembangkan ekosistem AI. Pemerintah juga memasukkan prinsip penggunaan AI yang bertanggung jawab, termasuk transparansi, akuntabilitas, dan keamanan.
Nezar mengatakan pemerintah turut memberi perhatian terhadap nilai yang digunakan dalam pengembangan model AI. Menurut dia, nilai tersebut dapat memengaruhi hasil yang dihasilkan oleh teknologi.
Pemerintah karena itu ingin mencegah munculnya bias dan diskriminasi dalam penggunaan AI. Nilai nasional, termasuk Pancasila, juga disebut menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan teknologi tersebut.
“Karena kita tahu dalam pembuatan large language model ini nilai itu sangat penting. Agar tidak ada bias, tidak ada diskriminasi,” ujar Nezar.
Roadmap AI Masih Menunggu Penetapan Presiden
Dengan pola pengaturan tersebut, roadmap nasional akan menjadi acuan bersama, sedangkan kementerian dan lembaga menerjemahkannya ke dalam aturan atau panduan sektoral.
Nezar mengatakan pembahasan rancangan Perpres masih berlangsung karena cakupan AI sangat luas. Pemerintah berharap regulasi tersebut dapat segera ditetapkan Presiden.
Perkembangan teknologi ini menjadi penting bagi berbagai sektor di Indonesia karena penerapan AI tidak hanya menyangkut kemampuan teknologi, tetapi juga aspek keamanan, akuntabilitas, dan nilai yang digunakan dalam pengembangannya.
Untuk memahami salah satu teknologi yang menjadi dasar perkembangan AI generatif, pembaca dapat mengenal large language model atau model bahasa besar.














