SUARAMALANG.COM – Pemerintah menyiapkan stimulus ekonomi senilai sekitar Rp31 triliun untuk menjaga daya beli masyarakat pada kuartal IV 2026 sekaligus menyiapkan fondasi kebijakan ekonomi menuju 2027.
Paket tersebut tidak hanya menyasar bantuan sosial. Pemerintah menggabungkan bantuan beras, Bantuan Subsidi Upah (BSU), insentif perpajakan, program ketenagakerjaan hingga dukungan sektor perumahan dalam satu rangkaian kebijakan.
Bukan Sekadar Bansos, Stimulus Menyasar Konsumsi Masyarakat
Salah satu komponen terbesar stimulus berasal dari bantuan pangan berupa beras 10 kilogram per bulan selama Oktober hingga Desember 2026. Program tersebut menyasar 33.244.408 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan anggaran sekitar Rp17,5 triliun.
Pemerintah juga menyalurkan BSU sebesar Rp300.000 per bulan selama tiga bulan kepada sekitar 13,3 juta pekerja. Anggaran program ini mendekati Rp12 triliun.
Dua program tersebut memiliki sasaran berbeda, tetapi sama-sama berkaitan dengan kemampuan rumah tangga memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bantuan pangan membantu mengurangi beban pengeluaran, sedangkan BSU memberikan tambahan ruang pada pendapatan pekerja.
Dalam konteks ekonomi daerah, tambahan ruang belanja tersebut berpotensi menjaga aktivitas konsumsi masyarakat. Bagi daerah dengan aktivitas perdagangan, kuliner, jasa, dan UMKM yang kuat seperti Malang Raya, perkembangan daya beli menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.
Namun, dampak terhadap ekonomi Malang belum dapat dihitung hanya berdasarkan nilai stimulus nasional. Besarnya pengaruh akan bergantung pada jumlah penerima di daerah, pola belanja masyarakat, serta seberapa besar tambahan daya beli tersebut mengalir ke sektor usaha lokal.
Rp31 Triliun Disiapkan sebagai Jembatan Menuju 2027
Pemerintah tidak berhenti pada program yang berjalan hingga akhir 2026. Sejumlah kebijakan juga disiapkan untuk berlanjut pada 2027.
Di sektor ketenagakerjaan, pemerintah berencana memperluas pengurangan PPh Pasal 21 bagi pekerja dengan penghasilan di bawah Rp10 juta per bulan ke seluruh sektor usaha. Kebijakan tersebut diproyeksikan mencakup sekitar 7,5 juta pekerja.
Pemerintah juga membahas penyesuaian Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP), melanjutkan program magang bagi 150.000 peserta dan pelatihan vokasi untuk 300.000 orang.
Untuk sektor perumahan, fasilitas PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) disiapkan berlanjut hingga 2027. Pemerintah juga menyiapkan skema KPR bersubsidi dengan bunga 6 persen bagi masyarakat berpenghasilan tetap sekitar Rp17 juta untuk rumah dengan harga maksimal Rp500 juta.
Rangkaian kebijakan tersebut menunjukkan bahwa stimulus tidak hanya diarahkan untuk mempertahankan konsumsi dalam jangka pendek. Pemerintah juga memasukkan unsur ketenagakerjaan, perpajakan, keterampilan dan perumahan dalam agenda ekonomi tahun berikutnya.
Malang Perlu Melihat Dampaknya dari Sisi Konsumsi dan UMKM
Bagi masyarakat Malang, efek stimulus paling mudah terlihat dari perubahan kemampuan belanja rumah tangga. Ketika pengeluaran untuk kebutuhan dasar mendapat bantuan, sebagian pendapatan yang tersedia dapat digunakan untuk kebutuhan lainnya.
Situasi tersebut berpotensi memberi ruang bagi sektor perdagangan, kuliner, transportasi, dan jasa. Namun, potensi tersebut tetap perlu dibuktikan melalui data konsumsi daerah dan perkembangan omzet pelaku usaha setelah program berjalan.
Karena itu, stimulus Rp31 triliun tidak cukup dilihat sebagai angka anggaran pemerintah. Tantangan berikutnya adalah memastikan bantuan tepat sasaran, tersalurkan sesuai jadwal, dan mampu menjaga aktivitas ekonomi tanpa menimbulkan ketergantungan pada stimulus.
Pemerintah juga menyatakan masih melakukan penyisiran alokasi anggaran serta pengecekan silang data antar-kementerian dan lembaga untuk memastikan sasaran penerima manfaat. Artinya, efektivitas paket Rp31 triliun akan sangat ditentukan oleh kualitas pelaksanaan di lapangan.
Adapun rencana insentif diskon tiket pesawat belum masuk dalam paket stimulus Rp31 triliun yang dibahas untuk kuartal IV 2026. Pemerintah masih menyatakan kebijakan tersebut belum termasuk dalam paket yang telah disiapkan.














