Bapenda Kabupaten Malang Jaga Tren Positif Pendapatan Daerah, Sejumlah Sektor Pajak Tembus di Atas 80 Persen

SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Kinerja pendapatan daerah Kabupaten Malang menunjukkan tren positif memasuki awal September 2026. Bukan hanya dari sisi total penerimaan, sejumlah sektor pajak daerah juga mampu mencatatkan realisasi tinggi dan menjadi penopang optimisme Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang dalam memperkuat kapasitas fiskal daerah.

Berdasarkan laporan realisasi per 1 September 2026 yang termuat di sipanji.id pukul 10.05 WIB milik Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang, penerimaan dari 12 jenis pajak telah mencapai Rp 524.403.034.003. Capaian tersebut setara dengan 69,49 persen dari target keseluruhan sebesar Rp 754.677.666.534.

Kepala Bapenda Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara menilai capaian tersebut mencerminkan kinerja positif sekaligus menunjukkan bahwa berbagai sumber pendapatan daerah terus memberikan kontribusi terhadap pembangunan Kabupaten Malang.

“Yang paling penting, beberapa sektor menunjukkan performa yang sangat baik dan masih ada waktu untuk terus mengoptimalkan penerimaan sampai akhir tahun,” ungkap Made, Selasa (1/9/2026).

Salah satu capaian yang cukup menonjol terlihat dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Hingga 1 September 2026, penerimaan PBB telah mencapai Rp 110.768.082.565. Angka tersebut setara dengan 88,22 persen dari target tahunan sebesar Rp 125.556.388.953. Artinya, sektor PBB telah mendekati target yang ditetapkan bahkan ketika tahun anggaran masih menyisakan beberapa bulan.

Selain PBB, sejumlah sektor lain juga memperlihatkan kinerja menggembirakan. PBJT Jasa Kesenian dan Hiburan telah mencapai Rp 6.777.139.728 atau setara dengan 83,27 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 8.138.978.570. Sedangkan PBJT Makanan dan/atau Minuman mencapai Rp 16.607.400.274 atau setara 80,59 persen dari target Rp 20.607.393.102.

Baca Juga:  Serahkan SK ke 65 ASN, Bupati Malang: Tetap Berkarya Meski Sudah Purna Tugas

Sektor Pajak Air Tanah juga telah menyumbang Rp 5.471.486.932 atau setara dengan 76,37 persen dari target Rp 7.164.445.439. Sementara perolehan pajak MBLB mencapai Rp 633.978.486 atau setara 72,80 persen dari target Rp 870.825.412. Lalu untuk PBJT Tenaga Listrik mencapai Rp 102.729.252.530 atau setara 70,81 persen dari target Rp 145.069.081.450.

Selain itu, terdapat enam pajak daerah yang capaiannya masih di bawah 70 persen. Di antaranya PBJT Jasa Perhotelan mencapai Rp 5.594.298.554 atau setara 67,59 persen dari target Rp 8.276.724.151; Opsen BBNKB mencapai Rp 43.164.252.500 atau setara 66,67 persen dari target Rp 64.738.728.900; PBJT Jasa Parkir mencapai Rp 1.039.578.730 atau setara 65,45 persen dari target Rp 1.588.295.198; Opsen PKB mencapai Rp 107.908.939.350 atau setara 65,41 persen dari target Rp 164.964.288.400; BPHTB mencapai Rp 121.779.860.555 atau setara 60,12 persen dari target Rp 202.576.054.105; 1.928.763.799 atau setara 37,62 persen dari target Rp 5.126.462.764.

Menurut Made, capaian tersebut memperlihatkan bahwa sumber penerimaan Kabupaten Malang cukup beragam dan memiliki potensi untuk terus dikembangkan. Ia menyebut setiap sektor pajak daerah memiliki karakteristik dan potensi masing-masing. Selain itu, pihaknya akan mempertahankan capaian sektor-sektor yang sudah berjalan baik, sembari mendorong optimalisasi pada sektor yang masih memiliki ruang pertumbuhan.

“Ketika beberapa sektor sudah menunjukkan capaian tinggi, ini menjadi modal yang baik bagi kami untuk menjaga konsistensi penerimaan sekaligus mengoptimalkan sektor lainnya,” jelas Made.

Baca Juga:  Sidik Jari untuk LPG 3 Kg? DPR Dorong Sistem Baru, Subsidi BBM Jangan Diganggu

Lebih lanjut Made mengatakan, pihaknya akan mempertahankan capaian sektor-sektor yang sudah berjalan baik sembari mendorong optimalisasi pada sektor yang masih memiliki ruang pertumbuhan. Pendekatan tersebut dilakukan agar peningkatan pendapatan daerah tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga membangun basis penerimaan yang lebih kuat.

“Evaluasi dilakukan secara berkala sehingga potensi yang ada bisa dimanfaatkan dengan baik dan penerimaan daerah dapat terus meningkat,” tutur Made.

Sementara itu, optimalisasi pendapatan daerah tetap diselaeaskan dengan upaya memberikan pelayanan yang semakin mudah dan mendorong kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Dengan realisasi yang telah mencapai Rp 524.403.034.003 atau setara dengan 69,49 persen dari target Rp 754.677.666.534, Bapenda Kabupaten Malang optimis kinerja pendapatan daerah masih dapat tumbuh hingga akhir 2026.

Iklan
Iklan